Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. Photo/Mohammad Defrizal

Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. Photo/Mohammad Defrizal

Emas Bergerak Datar Seputar US$ 1800/Ounce

Kamis, 29 Juli 2021 | 07:02 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas terkoreksi tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), namun masih bergerak datar di seputar US$ 1800/ounce. Fokus pasar emas pada kebijakan Federal Reserve AS ketika ketua Jerome Powell menyatakan risiko masih menghadang ekonomi AS dari varian virus corona Delta.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, turun tipis 10 sen AS atau 0,01% menjadi ditutup pada 1.799,70 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (27/7/2021), emas berjangka naik tipis US$ 0,6 atau 0,03% menjadi US$ 1.799,80 ounce.

Harga turun sedikit setelah pernyataan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang mengatakan pemulihan ekonomi AS tetap di jalurnya meskipun ada peningkatan infeksi virus corona.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan perbaikan ekonomi yang substansial diperlukan bagi bank sentral untuk mulai memutar kembali kebijakan akomodatifnya. Fed mempertahankan suku bunga dalam kisaran target mendekati nol persen.

Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, mengatakan aksi harga emas yang berombak kemungkinan terjadi karena investor mencerna pernyataan Powell.

“Sementara ekonomi masih menuju ke arah yang benar, kesimpulan keseluruhannya adalah kita masih akan melihat banyak akomodasi tetap ada, dan pengumuman tapering (pengurangan pembelian aset) ini, kapan pun itu terjadi, akan dilakukan secara bertahap dan tidak dipercepat,” tambah Moya.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani emas, karena menaikkan peluang kerugian memegang logam yang tidak memberikan imbal hasil.

Emas juga mendapat dukungan dari sedikit kemunduran dalam dolar setelah pernyataan Powell, membuat emas lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 22,8 sen atau 0,92% menjadi US$ 24,877 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$ 8,6 0,82% menjadi US$ 1.058,1 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN