Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. Photo/Mohammad Defrizal

Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. Photo/Mohammad Defrizal

Emas Bergerak Sempit Menunggu Keputusan Fed

Rabu, 28 April 2021 | 06:46 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id –Harga emas bergerak dalam kisaran sempit dengan menetap sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), berbalik dari kenaikan tipis sehari sebelumnya. Pasar menunggu sinyal kebijakan dari pertemuan dua hari Federal Reserve AS yang akan berakhir Rabu waktu setempat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, turun tipis US$ 1,3 atau 0,07% menjadi US$ 1.778,80 per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (26/4/2021), emas berjangka naik tipis US$ 2,3 atau 0,13% menjadi US$ 1.780,10 per ounce.

Investor berhati-hati menyesuaikan posisi mereka di logam mulia saat pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dimulai. Harapannya adalah bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga saat ini hingga 2024, memungkinkan inflasi berpotensi naik di atas angka kunci 2%, demi meningkatkan lapangan kerja dan ekonomi untuk mengurangi dampak negatif Covid-19.

"Investor emas akan mengawasi setiap indikasi dari Fed, apakah mereka memperkirakan inflasi berkelanjutan jangka panjang," kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments. Menurut dia, antisipasi inflasi dan dapat membantu emas menembus di atas level psikologis US$ 1.800.

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dapat mengikuti stimulus yang meluas, imbal hasil obligasi pemerintah yang tinggi tahun ini telah memperlemah daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Tidak ada perubahan kebijakan besar yang diharapkan dari pertemuan Fed yang berakhir pada Rabu waktu setempat, tetapi investor akan memperhatikan prospek ekonomi dari Ketua The Fed Jerome Powell.

Data ekonomi positif yang dirilis pada Selasa (27/4/2021) juga meredam emas. The Conference Board melaporkan bahwa indeks kepercayaan konsumen pada April naik menjadi 121,7, lebih baik dari perkiraan, dari 109,0 pada Maret dan merupakan yang terkuat sejak indeks berdiri di 132,6 pada Februari 2020.

Para analis telah memangkas perkiraan harga emas mereka, dengan banyak yang percaya bahwa kembalinya ke rekor tertinggi tahun lalu tidak mungkin terjadi karena ekonomi pulih.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 20,1 sen atau 0,77% menjadi US$ 26,41 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$ 4,3 atau 0,35% menjadi US$ 1.249,5 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN