Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Emas di Bawah US$ 1.700/Ounce

Sabtu, 6 Maret 2021 | 09:40 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas kian terpuruk hingga berada di bawah US$ 1.700 per ounce pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), berkutat di level terendah dalam 9 bulan. Laporan data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan yang mendorong ekspektasi pemulihan menempatkan logam dalam penurunan mingguan ketiga beruntun.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, turun lagi US$ 2,2 atau 0,13% menjadi US$ 1.698,50 per ounce, merupakan penyelesaian terendah sejak Juni. Sehari sebelumnya, Kamis (4/3/2021), harga emas berjangka merosot US$ 15,10 atau 0,88% menjadi US$ 1.700,70 per ounce.

"Optimisme dalam hal ekonomi ke depan terus mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi dan yang tentunya banyak menghilangkan keuntungan di pasar-pasar komoditas, termasuk emas," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan pekerjaan bulanan pada Jumat (5/3/2021), menunjukkan Amerika Serikat menciptakan 379.000 pekerjaan baru pada Februari, peningkatan terbesar dalam empat bulan dan jauh lebih baik daripada peningkatan 166.000 pada Januari dan tingkat pengangguran turun menjadi 6,2% pada Februari dari 6,3% pada Januari.

Data pekerjaan AS meningkatkan harapan seputar pemulihan ekonomi yang cepat didorong oleh stimulus fiskal besar-besaran dan dorongan vaksinasi. Data ekonomi yang kuat mengangkat imbal hasil pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan ke level tertinggi sejak Februari 2020, sementara dolar juga melonjak.

Ketua Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell pada Kamis (4/3/2021) mengulangi janjinya untuk menjaga kredit tetap longgar dan mengalir sampai warga Amerika kembali bekerja.

Pernyataan Powell mengecewakan investor emas yang mengharapkan dia untuk bertindak atas lonjakan baru-baru ini dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun, yang telah mengirim emas berada di bawah US$ 1.700 per ounce.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 17,4 sen atau 0,68% menjadi ditutup pada US$ 25,287 per ounce. Platinum untuk pengiriman April jatuh US$ 7,0 atau 0,62% menjadi menetap pada US$ 1.128,30 per ounce

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN