Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Emas Diguncang Covid Varian Baru

Selasa, 22 Desember 2020 | 07:11 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Emas berjangka jatuh pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), ketika kekhawatiran atas varian baru Covid-19 mengguncang pasar dan investor berbondong-bondong beralih ke dolar AS, meski logam mulia memperoleh dukungan dari paket stimulus AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, jatuh US$ 6,10 atau 0,32% menjadi ditutup pada US$ 1.882,80 per ounce.

"Emas akan diperdagangkan lebih tinggi seiring berjalannya waktu, tapi hari ini saya pikir para pedagang mulai mempertimbangkan varian baru virus corona di Inggris," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Emas telah melonjak lebih dari 1% setelah para pemimpin kongres AS mencapai kesepakatan paket bantuan US$ 900 miliar. Tetapi kemudian turun 1,3% karena indeks dolar rebound dari posisi terendah multi-tahun. Varian baru virus corona yang sangat menular menyeret pound sterling dan euro jatuh.

Berita tentang varian baru virus corona juga menekan sentimen risiko, yang menyebabkan penurunan ekuitas di Eropa dan indeks-indeks utama Wall Street.

Emas, yang dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, telah naik sekitar 24% tahun ini di tengah stimulus besar-besaran yang dikeluarkan secara global.

"Aksi harga emas hari ini mengingatkan para pedagang tentang panic selling yang terjadi di bulan Maret. Prospek lebih banyak stimulus telah mendorong emas lebih tinggi, tetapi lonjakan dolar jangka pendek hari ini mengganggu tesis itu," Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, kata dalam sebuah catatan.

"Tren bullish emas masih utuh tetapi masih rentan jika dolar kembali menguat beberapa hari."

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 34,6 sen atau 1,33% menjadi US$ 26,379 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 27 atau 2,59% menjadi US$ 1.016,1 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN