Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas Kembali Dekati $ 2000/Ounce

Selasa, 18 Agustus 2020 | 07:08 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Harga emas kembali mendekati US$ 2000 per ounce seiring dengan penurunan imbal hasil obligasi AS dan pelemahan dolar AS. Selain itu, aksi borong saham emas oleh Berkshire Hathaway mendukung optimisme investor terhadap harga emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), melonjak $ 48,9 atau 2,51% menjadi $ 1.998,70 dolar AS per ounce.

Emas pekan lalu mencatat penurunan terbesar sejak Maret karena investor menilai kembali posisi mereka setelah emas mundur tajam dari rekor tertinggi $2.072,50 yang disentuh pada 7 Agustus.

"Harga emas mendapat katalis dari penurunan imbal hasil obligasi AS, yang mendasari selera spekulatif untuk logam mulia," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities. Ia menambahkan, aksi Warren Buffett membeli penambang emas juga "membantu sentimen kenaikan harga logam mulia itu.

Sebuah laporan kepada regulator pada Jumat (14/8/2020) mengungkapkan investasi baru 20,9 juta saham Berkshire Hathaway milik Warren Buffett di salah satu perusahaan pertambangan terbesar di dunia, Barrick Gold Corp.

Di sisi lain, dolar jatuh ke level terendah lebih dari satu minggu, imbal hasil obligasi AS 10-tahun menyusut kembali setelah meningkat pada minggu lalu dan indeks Survei Manufaktur Empire State Fed New York turun menjadi 3,7.

Sebuah laporan yang dirilis oleh Federal Reserve New York pada Senin (17/8/2020) menunjukkan indeks kondisi bisnis Empire State atau Negara Bagian New York turun 13,5 poin menjadi 3,7 poin pada Agustus, lebih buruk dari yang diharapkan.

Penurunan tersebut merupakan sinyal bagi beberapa investor bahwa optimisme yang ditunjukkan selama jeda singkat dalam Covid-19 pada Juli mungkin tidak beralasan karena banyak bisnis tetap tutup atas kemauan mereka sendiri, bahkan ketika gubernur mencabut penguncian.

Para investor sekarang menunggu risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve AS pada Rabu (19/8/2020). "Pasar memeperkirakan The Fed sangat mendukung sehingga emas akan berada di atas 2.000 dolar AS per ounce jelang risalah Fed, dan prediksi harga emas mencapai $ 2.250 per ounce pada akhir tahun," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik $1,58 atau 6,05% dan ditutup pada $27,68 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik $8,5 atau 0,89% menjadi $967,6 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN