Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta.  Foto:  SP/Ruht Semiono

Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta. Foto: SP/Ruht Semiono

Emas Kembali Menguat, Dekati US$ 1900/Ounce

Selasa, 8 Juni 2021 | 06:50 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Emas kembali menguat dan semakin mendekati angka psikologis US$ 1900 per ounce pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena dolar melemah dengan investor menunggu data inflasi AS pekan ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange naik US$ 6,8 atau 0,36% menjadi ditutup pada US$ 1.898,80 per ounce. Akhir pekan lalu (4/6), emas berjangka terangkat US$ 18,7 atau 1% ke level US$ 1.892per ounce.

Emas naik sekitar satu persen pada Jumat (4/6), setelah laporan pekerjaan bulanan AS yang lebih lemah dari perkiraan menenangkan kekhawatiran tentang Fed yang akan mengekang stimulus moneter dalam waktu dekat.

Emas dinilai cukup bullish,"kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

"Hal besar yang ditunggu orang adalah rencana The Fed pada pelonggaran dan juga pada suku bunga," dan jika The Fed tetap diam selama satu atau dua minggu ke depan ... Anda bisa melihat pergerakan menuju US$ 1.900," kata Haberkorn.

Kegagalan untuk menembus di atas US$ 1.900 dolar AS dapat mendorongnya turun, tergantung pada sikap Fed, katanya pula.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya terkoreksi 0,2%, meningkatkan daya tarik emas bagi mereka yang memegang mata uang lainnya. Namun demikian, kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun sedikit membatasi pertumbuhan emas.

Inflasi akan tetap menjadi fokus, dengan laporan indeks harga konsumen AS akan dirilis pada Kamis (10/6), dan pertemuan bank sentral dijadwalkan di Eropa dan Kanada.

Jangka panjang hingga menengah, "Kita mungkin melihat lebih banyak volatilitas di pasar ekuitas, yang akan meningkatkan nilai emas sebagai tempat berlindung yang aman (dan) sebagai perlindungan terhadap inflasi," kata analis Commerzbank, Eugen Weinberg.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 12,2 sen atau 0,44% menjadi US$ 28,018 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli menguat US$ 10,4 atau 0,89% menjadi US$ 1.174,8 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN