Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Sumber: BSTV

Emas batangan. Sumber: BSTV

Emas Kembali Merangkak Naik

Jumat, 14 Agustus 2020 | 06:33 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Harga emas merangkak naik pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), didorong oleh pelemahan dolar dan pemulihan yang lambat di pasar tenaga kerja AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desembers di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, bertambah $ 21,4 atau 1,1% menjadi $ 1.970,40 per ounce. Sehari sebelumnya, harga emas naik tipis $ 2,7 atau 0,14%

Harga emas anjlok cukup tajam, sekitar 5% pada Selasa (11/8/2020) menjadi $ 1.946,3 per ounce seiring dengan optimisme terhadap perkembangan vaksin Covid-19 yang membuat investor kembali berinvestasi pada aset-aset berisiko. Selama ini, emas dianggap sebagai safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi.

Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (13/8) merilis sebuah laporan, yang menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal turun menjadi 963.000 klaim selama sepekan yang berakhir 8 Agustus, menandakan berlanjutnya pemulihan ekonomi.

Klaim pengangguran AS turun di bawah satu juta minggu lalu untuk pertama kalinya sejak dimulainya pandemi, meskipun setidaknya 28 juta orang masih menerima cek pengangguran, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lemah.

Namun, karena klaim pengangguran tetap pada tingkat historis yang tinggi, membuat pasar khawatir terhadap prospek pemulihan ekonomi AS.
"Klaim awal masih berjalan pada tingkat yang sangat tinggi, dan jalan masih panjang," kata Edward Meir, analis di ED&F Man Capital Markets.

Kenaikan harga emas juga mendapat katalis dari pelemagan dolar AS karena pasar kecewa dengan klaim pengangguran yang masih tinggi, meskipun angkanya di bawah satu juta untuk pertama kali selama pandemi.

Dolar turun 0,2% terhadap sekeranjang mata uang kuat lainnya, terendah dalam hampir seminggu. Dolar mendapat tekanan dari pembahasan RUU paket stimulus baru Covid-19 yang hingga saat ini masih buntu.

Investor mencermati pertemuan delegasi AS-Tiongkok pada 15 Agustus yang bertujuan untuk meninjau kesepakatan perdagangan Fase 1. "Sentimen investor tetap kuat secara keseluruhan," kata analis StoneX, Rhona O'Connell dalam sebuah catatan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik $1,74 atau 6,69% menjadi $27,718 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik $ 23,8 atau 2,48% menjadi $ 983 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN