Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Kembali Terkoreksi

Selasa, 2 Maret 2021 | 06:55 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas kembali terkoreksi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mencatat penurunan untuk hari kelima berturut-turut, karena greenback yang mengukur dolar AS terhadap mata uang lainnya lebih kuat, mengurangi daya tarik logam mulia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, turun US$ 5,8 atau 0,34% menjadi US$ 1.723,00 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (26/2/2021), emas anjlok US$ 46,60 atau 2,62% menjadi US$ 1.728,80 per ounce, level terendah sejak Juni 2020.

“Visi pemulihan ekonomi, dolar pulih dari posisi terendah baru-baru ini, pasar ekuitas berjalan dengan baik ... dalam lingkungan ini ada sedikit permintaan yang lebih rendah untuk emas,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Meskipun demikian, pasar melihat stimulus tambahan US$ 1,9 triliun akan berpotensi memicu inflasi di waktu mendatang sehingga bisa menjadi katalis bagi emas untuk naik kembali.

Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui rancangan undang-undang bantuan virus corona senilai US$ 1,9 triliun dari Presiden Joe Biden pada Sabtu pagi (27/2/2021). RUU stimulus tersebut akan dibawa ke Senat untuk dibahas sebelum disahkan.

Meskipun emas mungkin didukung oleh stimulus dalam jangka menengah, emas akan menghadapi beberapa "rintangan", kata analis StoneX, Rhona O'Connell.

Di sisi lain, data ekonomi AS yang positif juga mengurangi daya tarik emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pengeluaran konstruksi meningkat 1,7% menjadi US$ 1,522 triliun pada Januari, lebih baik dari yang diperkirakan. Selain itu, angka tersebut lebih tinggi dari lompatan 1,1% menjadi US$ 1,497 triliun pada Desember 2020.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur AS final IHS Markit yang disesuaikan secara musiman tercatat di 58,6 pada Februari, turun dari 59,2 pada Januari tetapi secara luas sejalan dengan perkiraan yang dirilis sebelumnya di 58,5. Namun Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa PMI Manufaktur AS naik menjadi 60,8%pada Februar, dari 58,7% pada Januari.

Memberikan beberapa dukungan untuk emas, imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun turun dari tertinggi satu tahun.

Di sisi teknis, level psikologis US$ 1.700 sangat signifikan, sedangkan kisaran US$ 1.760 - 1.765 merupakan rintangan penting bagi emas untuk naik lebih lanjut, kata Stephen Innes, kepala strategi pasar global di perusahaan jasa keuangan Axi.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 23,8 sen atau 0,9 % menjadi US$ 26,678 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik US$ 6,00 atau 0,51% menjadi US$ 1.191,3 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN