Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta, Photo/Mohammad Defrizal/Beritasatu.

Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta, Photo/Mohammad Defrizal/Beritasatu.

Emas Kembali Terkoreksi, Dolar Naik

Rabu, 23 Desember 2020 | 06:42 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas berjangka kembali terkoreksi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mencatat penurunan untuk hari ketiga beruntun, karena diguncang kekhawatiran atas varian baru virus corona yang menyebar cepat di Inggris yang menaikkan dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, merosot US$ 12,50 atau 0,66% menjadi US$ 1.870,30 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya (21/12/2020), emas berjangka jatuh US$ 6,10 atau 0,32% menjadi US$ 1.882,80 per ounce.

"Penguatan dolar telah membatasi beberapa momentum kenaikan emas," kata Analis Standard Chartered, Suki Cooper. Dolar naik ketika para investor memangkas eksposur ke mata uang-mata uang berisiko seperti pound sterling Inggris, yang menghadapi varian baru virus corona.

Emas berada di bawah tekanan tambahan ketika Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Selasa (22/12/2020) bahwa produk domestik bruto AS meningkat dengan tingkat tahunan sebesar 33,4% pada kuartal ketiga, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 33,1%.

Namun emas masih mendapat dukungan dari persetujuan Kongres AS atas paket bantuan baru virus corona senilai US$ 900 miliar untuk mendukung perekonomian. Analis pasar berpendapat bahwa paket baru dapat memicu kekhawatiran inflasi, maka itu bullish untuk pasar emas.

"Peluang harga condong menguat untuk emas saat kita memasuki tahun 2021, mengingat ekspektasi kami untuk dolar melemah dan kebijakan moneter tetap akomodatif, tetapi aksi ambil untung akhir tahun dapat membatasi kenaikan dalam waktu dekat." Cooper menambahkan.

Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, masih naik sekitar 23% tahun ini di tengah stimulus besar-besaran yang dikeluarkan secara global.

"Jika varian baru (Covid-19) benar-benar masuk ke AS dan menginfeksi kembali orang-orang, itu benar-benar dapat menyebabkan beberapa kerusakan ekonomi tambahan dan itu bisa menjadi penarik emas berikutnya," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 84,4 sen atau 3,2% menjadi ditutup pada US$ 25,535 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 6,7 atau 0,66% menjadi US$ 1.009,4 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN