Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Kian Terpuruk

Rabu, 8 September 2021 | 06:48 WIB
S.R Listyorini

Investor.id – Harga emas kian terpuruk dan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), berada di jalur penurunan harian terbesar dalam sebulan. Emas tertekan oleh penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terjun US$ 35,2 atau 1,92% menjadi ditutup pada US$ 1.798,50 per ounce.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya melonjak 0,5%, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Pasar emas melihat beberapa retracement, dengan dolar kemungkinan akan naik lebih jauh dan menekan logam," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Emas mencapai tertinggi 2,5 bulan pada Jumat (3/9) setelah laporan pekerjaan AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan memicu spekulasi bahwa Federal Reserve AS mungkin mendorong kembali pengurangan pembelian obligasi (tapering).

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan untuk bertemu berikutnya pada 21-22 September.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, yang disebabkan oleh langkah-langkah stimulus besar-besaran.

Faktor lain yang menekan emas adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun yang dijadikan acuan naik ke level tertinggi sejak pertengahan Juli, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Selain itu, pasar juga mulai sedikit gugup karena kegagalan untuk menembus di atas area resistensi penting di sekitar level US$ 1.835," kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

Investor juga mengunggu pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (9/9), di mana kemungkinan akan memperdebatkan pengurangan langkah-langkah stimulus karena ekonomi zona euro bangkit kembali.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 42,9 sen atau 1,73%, menjadi US$ 24,373 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$ 25,7 atau 2,52% menjadi US$ 995,9 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN