Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Melonjak Lebih 1%

Jumat, 30 Juli 2021 | 06:34 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas melonjak lebh dari 1% pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Investor merespons komentar Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang menyatakan bahwa bank sentral tetap dovish (longgar) dan tidak mungkin menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, melesat US$ 31,2 atau 1,73% menjadi ditutup pada US$ 1.835,8 per ounce. Ini adalah penyelesaian tertinggi untuk emas sejak 16 Juni dan persentase kenaikan satu hari terbesar sejak 6 Mei.

Sementara itu, emas berjangka untuk pengirim Agustus melesat naik 1,8% menjadi US$ 1,831,2 per ounce.

Powell mengatakan pasar kerja AS masih memiliki "beberapa alasan untuk dibahas" sebelum tiba saatnya untuk menarik kembali dukungan bank sentral terhadap ekonomi.

"Anda akan melihat inflasi memanas bergerak maju, karena Fed lebih fokus pada lapangan kerja dan tidak akan melawan mereka dalam waktu dekat, dan itu adalah lingkungan yang positif untuk logam mulia," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

"Ini bukan reli tipe flash-in-the-pan (sesuatu yang tiba-tiba), tetapi yang lebih berkelanjutan karena tidak ada yang menghalangi emas," katanya lagi.

Memperkuat pandangan Powell, data menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 6,5% di kuartal terakhir, di bawah perkiraan kenaikan 8,5% oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Suku bunga AS yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Menambah dukungan emas, indeks dolar tergelincir ke level terendah satu bulan.

"Meningkatnya ketidakpastian kebijakan moneter, inflasi, dan meningkatnya risiko volatilitas pasar ekuitas akan mendukung permintaan aset-aset safe-haven," kata ANZ Research dalam sebuah catatan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 90,5 sen atau 3,64% menjadi US$ 25.782 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$ 9,5 atau 0,9% menjadi US$ 1,067,6 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN