Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Emas batangan. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Ilustrasi: Emas batangan. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Emas Melonjak Lebih 1%, Dolar Melemah

Selasa, 4 Mei 2021 | 06:53 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas berjangka melonjak lebih dari 1% persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), bangkit dari kerugian selama empat hari berturut-turut. Reli meluas ke logam mulia lainnya karena penurunan dolar dan imbal hasil obligasi AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$ 24,1 atau 1,36% menjadi US$ 1.791,80 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (30/4), emas berjangka menyusut 60 sen AS atau 0,03% menjadi US$ 1.767,70 per ounce.

"Kombinasi imbal hasil obligasi yang tetap jinak, dolar di bawah tekanan, jumlah stimulus fiskal dan moneter di pasar ini ... semua faktor itu terus mendorong harga emas dan perak lebih tinggi," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya tergelincir 0,3%, membuat emas lebih murah. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan juga turun, mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tanpa suku bunga.

Emas juga mendapat dukungan dari data ekonomi yang dirilis pada Senin (3/5). Indeks manufaktur dari lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) berada di 60,7 pada April, lebih rendah dari perkiraan analis 65,0.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pengeluaran AS untuk proyek konstruksi naik 0,2% pada Maret ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar US$ 1,51 triliun. Para ekonom memperkirakan kenaikan 1,8%.

Emas juga menemukan beberapa katalis ketika kasus Covid-19 di India terus meningkat. Investor sekarang menunggu angka pasar tenaga kerja pada Jumat (7/5) untuk mengukur kesehatan ekonomi AS.

Tetapi data ekonomi yang kuat juga dapat mendorong emas lebih tinggi karena itu berarti inflasi akan naik, kata Michael Matousek, kepala pedagang di Investor Global AS. Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

"Kita perlu melihat emas naik di atas level US$ 1.800dan mempertahankannya sebentar, dan kemudian bisa dilepas ke perlombaan seharga US$ 2.000."

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli menguat US$ 1,09 atau 4,2% menjadi US$ 26,96 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah US$ 24,9 atau 2,07% menjadi US$ 1.230,1 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN