Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Emas Melonjak Lebih 2%

Selasa, 5 Januari 2021 | 06:48 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas melonjak lebih dari 2% pada penutupan Senin (Selasa pagi WIB) ke level tertinggi dalam hampir dua bulan, didukung oleh penurunan dolar menjelang pemilihan putaran kedua untuk kedua kursi Senat AS dari Georgia.

Spot emas naik 2,4% menjadi $ 1.943,13 per ounce. Sesi tertinggi $ 1.944,11 adalah angka tertinggi sejak 9 November. Emas berjangka AS ditutup naik 2,7% pada $ 1,946.60.

"Ada kemungkinan bahwa kita akan melihat stimulus yang signifikan, yang akan menyebabkan penurunan lebih lanjut dalam dolar," kata Jeffrey Sica, pendiri dari Circle Squared Alternative Investments. Indeks dolar merosot ke level terendah membuat emas batangan lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Investor mencermati pemilihan putaran kedua hari Selasa di Georgia, yang akan memutuskan partai mana yang mengontrol Senat AS.

"Pemilihan Senat minggu ini bisa menjadi peristiwa besar yang mengganggu sehingga emas menguat," tambah Sica. Jika Demokrat terpilih dari Presiden Joe Biden mendapatkan kendali atas kedua majelis Kongres AS, pemerintahannya akan merasa lebih mudah untuk mendorong kebijakan seperti menulis ulang kode pajak untuk meningkatkan stimulus dan belanja infrastruktur.

Banyak investor menilai emas batangan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Pembatasan penguncian yang lebih ketat diharapkan terjadi di Inggris dan Jepang, karena kasus Covid-19 meningkat.Varian virus korona di Afrika Selatan kemungkinan akan berdampak pada harga logam mulia, kata analis StoneX Rhona O'Connell.

Harga logam mulia lainnya, platinum turun 0,4% menjadi $ 1.063,87 setelah mencapai level tertinggi sejak Agustus 2016 di $ 1.127,82. Sementara itu, perak naik 3,1% menjadi $ 27,17 per ons, menyentuh harga tertinggi sejak 15 September 2020, sebelumnya, dan paladium turun 3,1% menjadi $ 2.372,92.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN