Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta. Foto:  SP/Ruht Semiono

Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta. Foto: SP/Ruht Semiono

Emas Menguat, Dolar AS Turun

Sabtu, 5 Juni 2021 | 09:46 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah data penggajian (payrolls) nonpertanian AS tidak naik sebanyak yang diharapkan, yang membuat dolar AS turun.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terangkat US$ 18,7 atau 1% menjadi US$ 1.892 per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (3/6/2021) harga emas berjangka anjlok US$ 36,6 atau 1,92% menjadi US$ 1.873,30 per ounce.

Emas turun sekitar 0,7% dalam seminggu, kerugian mingguan pertama dalam lima minggu terakhir.

"Rebound yang kita lihat hari ini membuat tren naik pada grafik harian tetap hidup di pasar emas, dan itu mendorong kenaikan," kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Data penggajian nonpertanian AS meningkat 559.000 bulan lalu dibandingkan perkiraan 650.000 dalam jajak pendapat Reuters, sementara pesanan baru untuk barang-barang buatan AS turun lebih besar dari yang diperkirakan pada April.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (4/5/2021) bahwa Amerika Serikat hanya menambahkan 559.000 pekerjaan pada Mei, lebih rendah dari yang diharapkan. Sementara itu, tingkat pengangguran turun ke titik terendah pandemi 5,8 persen pada Mei dari 6,1 persen pada April.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun dari level tertinggi tiga minggu, membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan bergerak lebih rendah.

"Harga emas mungkin akan terus diperdagangkan antara level 1.855 dolar AS dan 1.920 dolar AS per ounce," kata Managing Partner CPM Group, Jeffrey Christian,.Emas sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 41,9 sen atau 1,52% menjadi US$ 27,896 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$ 1,9 atau 0,16 % menjadi US$ 1.164,40 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN