Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta, Senin (2/3/2020).  Foto:  SP/Ruht Semiono

Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta, Senin (2/3/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Emas Menguat Jelang Pertemuan Fed

Selasa, 27 April 2021 | 07:02 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id –Harga emas berbalik menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah penurunan dua hari berturut-turut. Pasar menunggu isyarat dari pertemuan dua hari kebijakan moneter Federal Reserve yang akan berakhir Rabu (28/4/2021).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, naik tipis US$ 2,3 atau 0,13% menjadi US$ 1.780,10 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (23/4/2021), emas berjangka terpangkas US$ 4,2 atau 0,24% mejadi US$ 1.777,80. Emas berjangka juga jatuh 0,62% pada Kamis (23/4/2021).

"Pasar (emas) hanya ingin melewati FOMC untuk melihat apa yang mereka katakan tentang inflasi," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Pedagang juga akan fokus pada prospek jangka panjang tentang suku bunga Fed dan "rencana tindakan mereka pada suku bunga jangka pendek," tambah Haberkorn.

Pertemuan Fed akan dimulai pada Selasa waktu setempat, dengan perhatian investor terfokus terutama pada apa yang akan dikatakan Ketua Fed Jerome Powell dalam konferensi pers pascapertemuan pada Rabu (28/4/2021).

Dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS stabil. Emas telah jatuh lebih dari 6% sepanjang tahun ini, sebagian besar tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi.

"Namun, untuk bisa menembus di atas level US$ 1.800 , mungkin memerlukan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun untuk diperdagangkan di bawah 1,55%," kata analis di OCBC dalam sebuah catatan.

Investor juga menunggu pidato Presiden AS Joe Biden di depan Kongres pada Rabu (28/4/2021) dan data tentang PDB AS kuartal pertama pada Kamis (29/4/2021) untuk panduan pergerakan harga emas selanjutnya.

Emas mendapat beberapa dukungan tambahan ketika Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan barang-barang tahan lama AS hanya naik 0,5% pada Maret, lebih buruk dari ekspektasi pasar sebesar 2,5%.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 13,4 sen atau 0,51%, menjadi US$ 26,209 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$ 12,1 atau 0,98% menjadi US$ 1.245,2 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN