Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta. Foto:  SP/Ruht Semiono

Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta. Foto: SP/Ruht Semiono

Emas Menguat Jelang Stimulus

Kamis, 14 Januari 2021 | 07:04 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didukung oleh data yang menunjukkan kenaikan harga konsumen di Amerika Serikat dan ekspektasi bahwa lebih banyak stimulus fiskal dari pemerintahan Joe Biden.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, terangkat US$ 10,7 atau 0,58% menjadi US$ 1.854,90 per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka merosot US$ 6,6 atau 0,36% menjadi US$ 1.844,20 per ounce.

Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, mengatakan ekspektasi untuk lebih banyak stimulus, inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dan situasi politik di Amerika Serikat menjadi katalis kenaikan emas.

Departemen Tenaga Kerja pada Rabu (13/1/2021) mengatakan indeks harga konsumen naik 0,4% pada Desember setelah naik 0,2% pada November. "Ini menunjukkan bahwa ada sedikit kenaikan inflasi, yang selalu mendukung emas," kata Haberkorn.

Namun, penguatan dolar dan patokan imbal hasil obligasi AS 10-tahun melayang mendekati level tertinggi mereka dalam hampir 10 bulan yang dampaknya membatasi kenaikan emas.

Presiden terpilih AS Biden mengungkapkan rencana pada Kamis waktu setempat untuk memberikan stimulus triliunan dolar bagi ekonomi Amerika yang saat negara itu bergulat dengan krisis virus corona.

Gubernur Federal Reserve Lael Brainard mengatakan pada Rabu (13/1/2021) bahwa laju pembelian obligasi Fed saat ini akan berlanjut cukup lama, sebuah sinyal bahwa Fed bersedia membiarkan inflasi meningkat.

Investor juga memantau pemungutan suara DPR AS tentang pemakzulan kedua Presiden AS Donald Trump.

Logam mulia lainnya, p​​​​erak untuk pengiriman Maret naik 13,7 sen atau 0,54% menjadi US$ 25,572 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik US% 42,9 atau 4,02% menjadi US$ 1.110,7 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN