Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Emas Menguat Tipis, Dolar Melemah

Selasa, 6 April 2021 | 06:54 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas menguat tipis pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) di tengah pelemahan dolar AS, tetapi kenaikan Wall Street yang dipicu ekspektasi pemulihan ekonomi cepat membatasi keuntungan logam mulia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Exchange, naik tipisUS$ 0,4 atau 0,02% menjadi ditutup US$ 1.728,80 per ounce. Bursa emas tutup pada Jumat (2/4/2021) untuk libur Paskah. Sebelumnya, Kamis (1/4/2021), emas berjangka melonjak US$ 12,8 atau 0,75% menjadi US$1.728,40 per ounce.

"Ada optimisme luas untuk pemulihan ekonomi AS ... Pasar saham AS yang kuat secara teknis merupakan lingkungan yang sulit untuk emas," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Indeks S&P 500 dan Dow mencapai rekor tertinggi di tengah data yang menunjukkan ekonomi AS menciptakan lapangan kerja terbanyak dalam tujuh bulan pada Maret. Data Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (2/4/2021) mencatat, 916.000 pekerjaan ditambahkan pada bulan tersebut, hasil terbaik sejak Agustus.

Sementara itu, ukuran aktivitas sektor jasa melonjak ke rekor tertinggi. Institute for Supply Management melaporkan indeks manajer pembelian sektor jasa-jasa naik ke level tertinggi sepanjang masa di 63,7 pada Maret, naik dari 55,3 pada Februari.

Dolar mencapai level terendah lebih dari satu minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Emas juga mendapat dukungan dari laporan Departemen Perdagangan AS pada Senin (5/4/2021) bahwa pesanan pabrik turun 0,8% pada Februari setelah melonjak 2,7 % pada Januari.

Sementara itu, pengumuman Presiden AS Joe Biden tentang rencana belanja infrastruktur sebesar US$ 2 triliun telah memicu kekhawatiran tentang inflasi.

"Stimulus bersifat inflasi dan berpotensi bullish untuk emas dalam jangka panjang, dan juga perak, tetapi pada jangka pendek pedagang fokus pada aspek ekonomi positif dari paket stimulus," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Investor juga menunggu risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan dirilis pada Rabu (7/4/2021) untuk arahan.

"Sejauh ini, The Fed cukup berkomitmen untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga akhir 2023, tetapi jika inflasi meningkat ... maka mereka akan mencapai tujuan jangka panjang lebih cepat dari yang diharapkan," kata Jigar Trivedi, analis komoditas pada Anand Rathi Shares yang berbasis di Mumbai.

"Jika itu terjadi, kami akan melihat kenaikan suku bunga dan itu akan berdampak negatif bagi harga emas."

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun US$ 16,8 sen atau 0,67% menjadi US$ 24,78 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$ 1,2 atau 0,1% menjadi US$ 1.209,8 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN