Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Menguat Tipis Respons Data Inflasi AS

Jumat, 11 Juni 2021 | 07:11 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id –Emas menguat tipis pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), merespons data inflasi AS yang meningkat lebih tinggi dari yang diperkirakan tetapi mengurangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mengurangi dukungan moneternya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, naik tipis US$ 0,9 atau 0,05% menjadi US$ 1.896,40 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (9/6/2021), emas berjangka naik US$ 1,1 atau 0,06% menjadi US$ 1.895,50 per ounce.

Data menunjukkan harga-harga konsumen AS meningkat lebih lanjut pada Mei karena pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dari pandemi mendorong permintaan domestik. Klaim pengangguran mingguan juga turun ke level terendah dalam hampir 15 bulan.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (10/6/2021) bahwa indeks harga konsumen AS melonjak 5% pada Mei dari setahun sebelumnya, menandai kenaikan besar keempat berturut-turut dan level tertinggi sejak 2008.

Federal Reserve AS berpendapat bahwa inflasi saat ini bersifat sementara karena masalah pasokan yang disebabkan oleh Covid-19, dan akan mereda dalam beberapa bulan ke depan.

Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan bahwa klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 5 Juni berada di 376.000, lebih rendah dari 385.000 yang tidak direvisi pada minggu sebelumnya.

"Fakta penting (dari data inflasi) adalah bahwa pasar ini sangat percaya bahwa Federal Reserve AS tidak akan mengubah sikapnya dalam waktu dekat dan pedoman (kebijakan akomodatif) untuk emas tetap ada," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Investor juga memperhatikan janji Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mempertahankan aliran stimulus yang stabil selama musim panas, pada pertemuan kebijakannya.

“Kami memperkirakan harga emas akan bergerak lebih tinggi dalam beberapa minggu mendatang, dan ekspektasi inflasi akan tetap menjadi titik fokus,” kata Suki Cooper, seorang analis di Standard Chartered.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 2,9 sen atau 0,1% menjadi US$ 28,031 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 5,8 atau 0,5% menjadi US$ 1.146 per ounce

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN