Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas Merangkak Naik

Jumat, 11 September 2020 | 07:21 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Harga emas merangkak naik untuk hari ketiga berturut-turut karena pelemahan dolar AS. Pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York naik 0,48% menjadi 1.964,30 dolar AS per ounce.

Dolar AS kembali melemah setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan kebijakannya untuk mempertahankan suku bunga acuan dan terus mendukung pemulihan ekonomi zona Eropa dari dampak Covid-19.

“ECB benar-benar tidak mengubah kebijakannya, jadi kami melihat dolar AS jatuh di sini. Itu positif untuk emas," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Dolar melemah 0,1%, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, karena euro naik setelah Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan pihaknya mengawasi dengan cermat nilai tukar.

Klaim pengangguran mingguan AS naik ke level tinggi minggu lalu, menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja yang melambat.

Menurut Bart Melek, pemulihan tidak terjadi secepat yang diharapkan. Ia menambahkan bahwa "ada kekhawatiran tentang gelombang kedua virus sehingga akan mempengaruhi pergerakan harga komoditas.

Pasar akan mencermati pertemuan kebijakan Federal Reserve AS berikutnya yang dijadwalkan digelar pada 15-16 September.

Sementara itu, Senat AS memblokir RUU Partai Republik yang akan memberikan sekitar $300 miliar bantuan baru virus corona, karena Demokrat mendorong lebih banyak dana.

“Kami akan mendapatkan stimulus ekonomi yang berkelanjutan (dari Fed dan pemerintah AS), setidaknya selama enam bulan hingga satu tahun, dan itu akan menjadi katalis untuk emas,” kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

Harga emas telah melonjak 29% pada tahun ini yang didukung oleh stimulus besar-besaran dan suku bunga mendekati nol dari bank-bank sentral global.

Logam lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 20,8 sen atau 0,77% menjadi $ 27,291 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik $ 16,1 atau 1,74% menjadi $ 941 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN