Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Naik Didorong Harapan Stimulus

Rabu, 30 Desember 2020 | 06:55 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas mengalami reversal (pembalikan arah) pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) setelah sehari sebelumnya turun. Sentimen stimulus tambahan mendukung daya tarik logam dan menekan dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, naik US$ 2,5 atau 0,13% menjadi US$ 1.882,90 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka turun US$ 2,8 atau 0,15 % menjadi US$ 1.880,40 per ounce.

"Anda sekarang memiliki kepemimpinan di AS yang akan melakukan segala kemungkinan untuk mengalahkan virus - itu berarti penguncian diperpanjang, lebih banyak stimulus dan itu akan memberikan dukungan naik yang kuat untuk emas," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

"Investor bersiap untuk gelombang stimulus yang jauh lebih kuat setelah (Presiden terpilih Joe) Biden menjabat dan saya pikir itulah sebabnya perdagangan emas terkendali."

Indeks dolar turun 0,3% terhadap mata uang utama saingannya, membuat emas berdenominasi greenback lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

"Kami memasuki tahun 2021 dengan sedikit kegelisahan karena kami mendapatkan pasar saham pada level yang lebih tinggi. Prospek stimulus tambahan, prospek vaksin untuk memperbaiki ekonomi ... tetapi secara keseluruhan itu tidak mengurangi selera aset aman emas," kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

Saat 2020 berakhir, emas, sebagai pelindung terhadap inflasi, telah meningkat sekitar 24% tahun ini, terutama karena langkah-langkah stimulus yang diluncurkan di seluruh dunia untuk mengurangi kerusakan ekonomi akibat pandemi.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 32,2 sen atau 1,21% menjadi US$ 26,217 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik US$ 13,5 atau 1,29% menjadi US$ 1.062,6 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN