Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Emas Naik, Dolar Terkoreksi , Kekhawatiran Covid-19 Berlanjut

Rabu, 28 Oktober 2020 | 08:15 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas naik pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat. Di sisi lain, nilai tukar dolar AS melemah karena kekhawatiran atas lonjakan gelombang kedua virus corona (Covid-19).

Investor menahan diri menjelang pemilihan presiden AS pada 3 November 2020.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, menguat US$ 6,2 atau 0,33% menjadi ditutup pada US$ 1.911,9 per ounce. Sehari sebelumnya (26/10/2020), emas berjangka naik tipis US$ 0,5 atau 0,03% menjadi US$ 1.905,70 per ounce.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, tergelincir 0,2% membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

"Emas terjebak dalam kisaran yang ketat dan mungkin tidak akan ada terlalu banyak aktivitas sebelum pemilihan AS," kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS.

Namun, masyarakat masih membawa bias bullish pada emas karena kekhawatiran virus corona, perlambatan ekonomi global, dan langkah-langkah stimulus, yang mendorong investor untuk menambah emas ke dalam portofolio mereka, tambahnya.

Amerika Serikat, Rusia, Prancis, dan banyak negara lain mencatat rekor infeksi virus corona, memaksa beberapa negara memberlakukan pembatasan baru.

Sementara itu, negosiasi atas paket bantuan AS yang baru masih belum jelas dengan Ketua DPR Nancy Pelosi mengungkapkan harapan bahwa kesepakatan dapat dicapai sebelum pemilihan presiden 3 November.

Penantang dari Demokrat Joe Biden memimpin atas Presiden Donald Trump dalam jajak pendapat nasional tetapi persaingan jauh lebih ketat di negara bagian yang menentukan untuk hasil pemilihan.

"Prospek emas akan tetap sangat bullish jika Hari Pemilihan memberikan gelombang biru yang menandakan stimulus besar-besaran pada bantuan virus corona dan pengeluaran infrastruktur," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, dalam sebuah catatan.

Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah melonjak 26 persen tahun ini di tengah tingkat stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya selama pandemi.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 15 sen atau 0,61 persen menjadi ditutup pada 24,57 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 9,4 dolar AS atau 1,07 persen menjadi menetap pada 886,8 dolar AS per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN