Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta, 
Photo/Mohammad Defrizal/Beritasatu.com.

Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta, Photo/Mohammad Defrizal/Beritasatu.com.

Emas Naik Tembus Level Psikologis US$ 1.800/Ounce

Selasa, 23 Februari 2021 | 06:51 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Emas terangkat hampir 1,75% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mencatat keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut ketika ekspektasi kenaikan inflasi memicu kekhawatiran valuasi saham dan mendorong investor menuju logam safe-haven. Pelemahan dolar AS juga memberikan dukungan lebih lanjut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada bulan April di divisi COMEX New York Exchange, melonjak US$ 31 atau 1,74% menjadi US$ 1.808,4 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (19/2/2021), emas berjangka menguat US$ 2,4 atau 0,14% menjadi US$ 1.777,40 per ounce.

"Kami melihat aliran investasi ke emas karena pelaku pasar semakin cemas tentang kenaikan suku bunga riil yang dapat memengaruhi valuasi saham," kata ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali menunjuk pada kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai level tertinggi hampir satu tahun. Namun, meningkatnya imbal hasil riil dan kekhawatiran inflasi membuat valuasi ekuitas terlihat lebih longgar dan mendorong investor menuju aset-aset safe-haven seperti emas, yang secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

"Dolar saat ini sedang rendah dan itu mendukung. Alasan sebenarnya untuk kenaikan harga emas dalam jangka panjang adalah kemungkinan kenaikan inflasi," kata analis Commerzbank Eugen Weinberg.

Indeks dolar turun 0,4% ke level terendah lebih dari 1 bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Paket stimulus AS senilai US$ 1,9 triliun secara luas diperkirakan akan disahkan di akhir pekan ini, meningkatkan harapan pemulihan ekonomi yang cepat tetapi dengan biaya kenaikan inflasi.

Investor juga mengamati kesaksian Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell tentang Laporan Moneter Setengah tahunan ke Kongres pada hari Selasa waktu setempat.

The Fed dan bank-bank sentral terkemuka lainnya telah menggantungkan harapan mereka pada suku bunga sangat rendah untuk mengeluarkan ekonomi dari kejatuhan akibat pandemi Covid-19.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 83,1 sen atau 3,05% menjadi US$ 28,085 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik US$ 10,8 atau 0,84% menjadi US$ 1.282,30 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN