Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Rebound

Rabu, 3 Maret 2021 | 06:49 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas rebound dari penurunan lima hari berturut-turut yang diyakini telah mengalami oversold. Katalis penguatan emas didukung oleh melemahnya dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange pada akhir sesi Selasa (Rabu pagi WIB) berhasil menguat US$ 10,6 atau 0,62% menjadi US$ 1.733,60 per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (1/3), emas berjangka tturun US$ 5,8 atau 0,34% menjadi US$ 1.723,00 per ounce.

"Emas melonjak mendekati tertinggi sesi karena imbal hasil (obligasi) dan penurunan dolar AS," kata Tai Wong, seorang pedagang di bank investasi BMO di New York.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, tergelincir 0,3% setelah mencapai level tertinggi hampir empat minggu, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

"Dilema utama saat ini untuk kenaikan emas adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka pendek," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Menurut dia, meskipun Federal Reserve AS bersikap sangat akomodatif dengan stimulus, dengan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lama, namun untuk jangka pendek dihadapkan pada kenaikan suku bunga obligasi.

Sementara emas dianggap sebagai perisai terhadap inflasi, imbal hasil yang lebih tinggi mengancam status tersebut karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar juga terus mencermati rancangan undang-undang stimulus US$ 1,9 triliun, yang akan dibahas di Senat AS minggu ini.

Analis pasar memperkirakan kenaikan besar berikutnya dalam harga emas akan datang ketika dampak dari langkah-langkah stimulus pemerintah AS mulai terlihat dalam ukuran harga konsumen.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik US$ 20,1 sen atau 0,75% menjadi US$ 26,879 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik US$ 23,1 atau 1,94% menjadi US$ 1.214,4 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN