Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas Rebound dari Penurunan Tajam

Selasa, 19 Januari 2021 | 08:01 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas rebound pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah turun tajam akhir pekan lalu. Ekspektasi stimulus fiskal tambahan di Amerika Serikat mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, meguat US$ 6,90 atau 0,38% menjadi UU$ 1.836,80 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, (15/1/2021) emas berjangka anjlok US$ 21,5 atau 1,16% menjadi US$ 1.829,90 per ounce.

Menurut analis Commerzbank, Eugen Weinberg, pemerintah baru (AS) akan memberikan lebih banyak stimulus ekonomi dan juga kebijakan Federal Reserve AS diprediksi tetap longgar untuk mendukung ekonomi di masa depan. "Oleh karena itu, kami cenderung melihat dukungan lanjutan untuk harga emas," jelasnya.

Presiden terpilih AS Joe Biden menyusun rencana stimulus US$ 1,9 triliun minggu lalu untuk membantu ekonomi dan meningkatkan peluncuran vaksinasi terhadap Covid-19.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada Kamis (14/1/2021) tidak ada alasan untuk mengubah sikap akomodatif bank sentral mengingat kedalaman masalah ekonomi akibat pandemi.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas.

Namun, Weinberg mengingatkan sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan emas untuk melaju, antara lain penguatan dolar, optimisme ekonomi dan kekhawatiran tentang Janet Yellen sebagai calon menteri keuangan AS, yang mungkin membatasi sisi stimulus fiskal. "Itu akan membebani harga emas," tambahnya.

Dolar AS menyentuh tertinggi empat minggu terhadap sekeranjang mata uang utama, membatasi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS mencapai level tertinggi 10-bulan minggu lalu.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN