Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Rebound, Reli Dolar Terhenti

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 08:18 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Emas berhasil rebound pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) saat reli dolar terhenti seiring meningkatnya ketidakpastian menjelang Pemilihan Presiden AS pada 3 November 2020.

Investor kembali memilih emas sebagai salah satu investasi yang aman (safe-haven) di tengah masih tingginya kasus virus corona (Covid-19) di AS dan Eropa.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange naik US$ 11,9 per ounce atau 0,64% dan ditutup pada US$ 1.879,90 per ounce.

Hari sebelumnya, emas berjangka merosot US$ 11,2 atau 0,6% menjadi US$ 1.868 per ounce pada Kamis (29/10/2020).

"Emas rebound karena reli dolar dalam dua hari sebelumnya berbalik arah," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan mulia di BMO.

"Investor menemukan bagian paling bawah dari kisaran baru-baru ini, tingkat yang baik untuk menambah kepemilikan emas menjelang pemilihan. Tampaknya akan mengembalikan pemerintah satu partai, yang berarti stimulus yang jauh lebih besar dan lebih cepat."

Indeks dolar stabil terhadap para pesaingnya setelah naik ke level tertinggi dalam sebulan di sesi sebelumnya.

Menjelang hari pemilihan AS pada 3 November, penantang Demokrat Joe Biden memimpin atas Presiden Donald Trump secara nasional dalam jajak pendapat, tetapi sebagian besar negara bagian yang kompetitif menunjukkan persaingan yang lebih ketat.

"Berdasarkan jumlah stimulus fiskal yang masuk dari sini di Amerika Serikat dan secara global ... (dan) jumlah besar utang pemerintah yang diambil ... itu akan membuat banyak mata uang di bawah tekanan, termasuk dolar Amerika,” kata Kevin Rich, Penasihat Pasar Emas Global untuk The Perth Mint.

Emas, yang telah melonjak 24 % sepanjang tahun ini, cenderung diuntungkan dari langkah-langkah stimulus karena secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Kekhawatiran tentang lonjakan kasus virus corona di Amerika Serikat dan Eropa mengurangi minat investor terhadap aset berisiko.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 28,6 sen atau 1,22% menjadi US$ 23,646 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$1,1 atau 0,13% menjadi US$ 848,4 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN