Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange. ANTARA/REUTERS/am

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange. ANTARA/REUTERS/am

Emas Terkoreksi, Dolar Menguat

Listyorini, Selasa, 12 Mei 2020 | 07:45 WIB

CHICAGO, Investor.id - Harga emas turun pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena investor memilih membeli dolar AS sebagai aset safe-haven ketika mereka mengkhawatirkan gelombang kedua infeksi virus corona.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh US15,9 atau 0,93% menjadi ditutup pada US$ 1.698 per ounce.

Emas berjangka terpangkas US$ 11,9atau 0,69% menjadi US$ 1.713,90per ounce pada Jumat (8/5/2020), setelah melonjak US$ 37,3 atau 2,21% menjadi 1.725,80 per ounce pada Kamis (7/5/2020).

"Kami melihat permintaan jangka pendek untuk dolar sangat kuat," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities. Dia menambahkan emas juga terperangkap di antara prospek inflasi moneter besar-besaran, yang seharusnya mendukung harga, dan tekanan deflasi dari data ekonomi yang lemah.

Meredam permintaan emas, dolar menguat di tengah peringatan gelombang kedua infeksi Covid-19 ketika penguncian atau lockdown global diperlonggar. Mata uang dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman untuk menyaingi emas di masa ketidakpastian ekonomi dan politik.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, pagi ini berada di level 100.214 setelah sebelumnya berada di bawah 100. Yen Jepang diperdagangkan pada 107,58 per dolar setelah melemah dari level di bawah 107,4 kemarin. Dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,6482 setelah penurunan dari level di atas $ 0,654 kemarin.

Jerman melaporkan bahwa infeksi baru semakin cepat setelah langkah awal untuk melonggarkan pengunciannya, memicu tanda bahaya global bahkan ketika bisnis dibuka dari Paris hingga Shanghai. Korea Selatan juga melihat infeksi melambung.

Namun, para pelaku pasar mengatakan pergerakan emas akan menjadi positif dalam jangka panjang karena logam cenderung mendapatkan keuntungan dari langkah-langkah stimulus besar-besaran dari bank-bank sentral yang secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Sederetan data ekonomi AS yang buruk minggu lalu menggarisbawahi dampak virus dan mengangkat harapan langkah-langkah stimulus lebih lanjut dari Federal Reserve.

"Harga emas dapat naik dengan nyata jika investor spekulatif ingin ikut bermain - dan tentu saja ada alasan bagus bagi mereka untuk melakukannya," kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan. "Mereka hanya perlu melihat langkah-langkah yang sangat ekspansi yang diambil oleh bank-bank sentral dan pemerintah-pemerinta, yang akan mendorong peningkatan besar-besaran dalam neraca dan tingkat utang nasional."

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 9,8 sen atau 0,62% menjadi ditutup pada US$15,68 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 8 atau 1,01% menjadi menetap pada US$ 781,3 per ounce.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN