Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Terkoreksi Kenaikan Yield Obligasi AS

Jumat, 30 April 2021 | 06:52 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Emas terkoreksi tipis pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang penurunan untuk hari ketiga berturut-turut, tertekan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS di tengah sejumlah data ekonomi positif.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada bulan Juni di Divisi Comex New York Exchange, terpangkas US$ 5,6 dolar AS atau 0,32% menjadi US$ 1.768,30 per ounce.

Sehari sebelumnya, Rabu (28/4), emas berjangka juga merosot US$ 4,9 AS atau 0,28% menjadi US$ 1.773,90, setelah turun tipis US$ 1,3atau 0,07% menjadi US$ 1.778,80 pada Selasa (27/4).

"Meningkatnya imbal hasil obligasi dan naiknya minat terhadap aset-aset berisiko merusak aset safe-haven logam mulia," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Ia melanjutkan, "Kami masih berada dalam tren kenaikan harga jangka pendek di grafik harian. Namun, tren kenaikan harga tersebut sekarang berada dalam bahaya .... Jika harga tidak dapat menembus di atas US$ 1.800, katakanlah dalam minggu depan atau lebih, maka harga mungkin akan bergerak menyamping menjadi lebih rendah."

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik ke tertinggi lebih dari dua minggu selama sesi tentang proposal Presiden AS Joe Biden sebesar triliunan dolar. Selain itu, data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS mengalami percepatan pada kuartal pertama.

Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Data ekonomi yang kuat yang dirilis pada hari Kamis (29/4) juga meredam emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) melonjak 6,4 persen pada kuartal pertama tahun ini secara tahunan, angka terbaik sejak kuartal ketiga 2003.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa 553.000 orang mengajukan klaim pengangguran awal pada pekan yang berakhir 24 April, turun dari 566.000 klaim pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, Federal Reserve akan mengikuti kebijakan moneter yang dovish dengan tetap berpegang pada strategi membantu ekonomi AS dengan suku bunga sangat rendah, kata Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Rabu (28/4).

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Juli turun 3,3 sen atau 0,13% menjadi US$ 26,085 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 14,6 atau 1,2% menjadi US$ 1.197,6 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN