Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas Terkoreksi oleh Profit Taking

Listyorini, (Listyorini)  Kamis, 25 Juni 2020 | 06:59 WIB

CHICAGO, Investor.id - Emas berjangka turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) karena aksi profit taking (ambil untung) setelah naik dalam beberapa hari.

Investor menjual logam menyusul laporan terjadinya lonjakan kasus baru corona virus (Covid-19) dan memilih memegang uang tunai untuk sementara waktu karena ketidakpastian.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun US$ 6,9 atau 0,39% dan ditutup pada US$ 1.775,10 per ounce.

Sebelumnya, emas berjangka naik US$15,60 atau 0,88% menjadi US$ 1.782 per ounce pada Selasa (23/6/2020), setelah menguat US$ 13,40 atau 0,76% menjadi US$ 1.766,40 pada Senin (22/6/2020). Akhir pekan lalu, emas juga melonjak US$ 21,9 atau 1,27% menjadi US$ 1.753,00.

“Orang-orang memilih uang tunai. Mereka mengurangi investasi dalam portofolio mereka," kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS, mengutip kenaikan infeksi COVID-19.

Meningkatnya kekhawatiran tentang percepatan pandemi virus corona membuat harga saham global berjatuhan pada Rabu (24/6/2020), sedikit membatasi penurunan emas.

Meskipun mengalami koreksi, harga emas telah naik lebih dari 16% tahun ini, didukung oleh langkah-langkah stimulus dan penurunan suku bunga oleh bank-bank sentral. Logam mulia dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

"Dalam jangka panjang, emas masih memiliki ruang besar untuk naik. Pasalnya, suku bunga rendah sehingga suku bunga riil ditekan oleh inflasi dan itulah faktor yang mendorong harga emas lebih tinggi,” kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya, seperti perak untuk pengiriman Juli turun 39,3 sen atau 2,18% menjadi US$ 17,67 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 41,8 atau 4,94% menjadi US$ 804,6 per ounce.

Sumber : REUTERS

BAGIKAN