Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Terkoreksi, Prospek Stimulus Meredup

Selasa, 13 Oktober 2020 | 06:10 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas terkoreksi dari level puncak tiga minggu seiring redupnya prospek stimulus fiskal untuk bantuan memerangi virus corona (Covid-19). Ketua DPR AS, Nancy Pelosi menolak tawaran pemerintah untuk paket stimulus senilai US$ 1,8 triliun.

Pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), harga emas spot turun 0,3% menjadi $ 1,923,56 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 21 September di $ 1,932,96. Emas berjangka AS ditutup naik 0,1% menjadi $ 1.928,90.

Pemerintahan Trump pada hari Minggu meminta Kongres untuk mengesahkan RUU bantuan virus korona yang dilucuti menggunakan dana sisa, karena negosiasi tentang paket yang lebih luas mengalami penolakan.

Ketua DPR Nancy Pelosi, D-Calif.,dan Senat Partai Republik menolak tawaran $ 1,8 triliun dari Gedung Putih. Dalam sebuah surat kepada rekan-rekannya, Pelosi menyoroti apa yang dia katakan sebagai penawaran yang tidak memadai untuk masalah perawatan kesehatan. Pelosi kukuh dengan proposal dari Demokrat yang telaj lolos di DPR senilai US$ 2,2 triliun.

Sementara itu, Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows menyerukan pemungutan suara terpisah pada Program Perlindungan Gaji, seperti dalam suratnya kepada Kongres pada hari Minggu

Menurut Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago, redupnya pembahasan tagihan stimulus virus korona AS membebani kenaikan harga emas. “Kita berbicara triliunan (dalam stimulus) satu hari dan itu miliaran di hari berikutnya dan (mungkin) akan menjadi jutaan berikutnya. Rasanya semakin kecil menjelang pemilihan, ”katanya.

Emas telah naik lebih dari 26% sepanjang tahun ini dibantu oleh stimulus dari pemerintah dan bank sentral global karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi dan pelemahan mata uang.

Investor juga mengawasi pemilihan AS yang akan datang yang akan datang dalam beberapa minggu, di mana Demokrat Joe Biden dipandang lebih mungkin untuk menang.

"Emas akan lebih tinggi jika Biden menang karena dia akan menghabiskan banyak uang," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Harga logam mulia lainnya juga terkoreksi, perak turun 0,2% menjadi $ 25,07 per ounce, platinum turun 1,3% menjadi $ 874,22, sementara paladium turun 1,6% menjadi $ 2,399,86.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN