Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Emas Tertekan Penguatan Dolar AS

Rabu, 9 Juni 2021 | 07:17 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi) setelah naik dua hari beruntun, karena penguatan dolar AS saat investor menantikan data inflasi yang dapat memengaruhi garis waktu Federal Reserve untuk mengurangi dukungan moneternya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh US$ 4,4 atau 0,23% ditutup pada US$ 1.894,40 per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (7/6/2021). emas berjangka bertambah US$ 6,8 atau 0,36% menjadi US$ 1.898,80 per ounce.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya naik 0,2%, menurunkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS yang dijadikan acuan merosot ke terendah satu bulan.

"Ini tarik menarik antara bullish dan bearish (untuk emas) di level US$1.900," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago. Ia menambahkan bahwa penurunan imbal hasil obligasi adalah penarik jangka pendek "terbaik" untuk emas, sementara penguatan dolar dan kenaikan harga-harga ekuitas menjadi pengganjal.

Data ekonomi positif yang dirilis pada Selasa (8/6/2021) juga meredam emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa defisit perdagangan AS turun 8,2% menjadi US$ 68,9 miliar pada April, lebih baik dari perkiraan dan lebih kecil dari defisit US$ 75 miliar yang dilaporkan pada Maret.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pemberi kerja menciptakan rekor lowongan pekerjaan sebesar 9,3 juta pada April, jauh melebihi jumlah perekrutan, yang stabil di 6,1 juta. Analis pasar percaya kekuatan di pasar tenaga kerja dapat mendorong Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lebih cepat daripada yang diperkirakan, karena kebutuhan untuk memenuhi misinya meningkatkan pasar kerja akan terpenuhi.

Investor juga menunggu indeks harga konsumen AS yang dijadwalkan akan dirilis pada Kamis (10/6/2021). Analis mencatat bahwa data indeks harga konsumen dapat memicu kekhawatiran bahwa Fed akan memulai langkah untuk mengurangi kebijakan moneternya terbuka lebar, mendorong harga emas lebih rendah.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen juga menyatakan bahwa lingkungan suku bunga yang sedikit lebih tinggi “sebenarnya akan menjadi nilai tambah bagi sudut pandang masyarakat dan sudut pandang The Fed.”

Tetapi Streible mengatakan bahwa dalam jangka panjang kebijakan Fed lebih mungkin dibentuk oleh keadaan pasar kerja AS dan pemulihannya.

Daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi juga dapat didukung oleh penurunan mata uang kripto baru-baru ini karena telah membawa beberapa investor kembali ke logam safe-haven, kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS.

Sementara logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 28,7 sen atau 1,02%, menjadi US$ 27,731 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 12,3 atau 1,05% menjadi US$ 1,162,50 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN