Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta.  Foto:  SP/Ruht Semiono

Ilustrasi: Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta. Foto: SP/Ruht Semiono

Emas Terus Menguat, Dekati Level Tertinggi 5 Bulan

Jumat, 12 November 2021 | 06:43 WIB
S.R Listyorini

Investor.id – Emas terus menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), naik mendekati level tertinggi lima bulan yang disentuh pada sesi sebelumnya, setelah data harga-harga konsumen AS yang kuat mendorong lonjakan logam mulia yang dilihat sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$ 15,6 atau 0,84% menjadi US$ 1,863,90 per ounce, menetap di level tertinggi sejak 14 Juni dan memperpanjang kenaikan untuk hari keenam berturut-turut.

“Pasar ketakutan oleh data inflasi AS. Para pedagang melihat emas sebagai aset pengaman, sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi ini," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Emas melonjak pada Rabu (10/11) dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Juni, setelah data menunjukkan harga-harga konsumen AS naik pada laju tercepat mereka dalam 31 tahun pada Oktober, menggarisbawahi tanda-tanda inflasi dapat tetap tinggi hingga tahun 2022.

"Angka yang kita lihat kemarin bisa menjadi dorongan kembali hingga mencapai US$ 1.900 per ounce untuk emas," kata Haberkorn, menambahkan pasar tidak percaya kenaikan suku bunga adalah kemungkinan sekarang.

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak membayar bunga.

Emas telah mencapai tertinggi baru selama beberapa sesi terakhir setelah bank-bank sentral utama mengindikasikan pekan lalu suku bunga akan tetap rendah dalam waktu dekat, dengan Federal Reserve mempertahankan pendiriannya bahwa inflasi "sementara".

"Sementara narasi telah berkembang setelah pertemuan FOMC pekan lalu bahwa The Fed akan melihat melalui angka inflasi yang tinggi ... angka-angka ini cukup panas untuk mengguncang pasar," kata analis Saxo Bank Ole Hansen dalam sebuah catatan.

Analis pasar berpendapat bahwa jika harga emas bertahan di dekat US$ 1.850 minggu ini, arus masuk investor baru kemungkinan akan terwujud dan US$ 1.900 bisa menjadi target kenaikan berikutnya.

Logam mulia lainnya: Perak untuk pengiriman Desember naik 52,9 sen atau 2,14%, menjadi US$ 25,301 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 17,5 atau 1,62% menjadi ditutup pada US$ 1.094,5 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN