Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Sumber: BSTV

Emas batangan. Sumber: BSTV

Emas Terus Naik, Dekati US 2000/Ounce

Rabu, 4 November 2020 | 07:53 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas terus naik mendekati level psikologis US$ 2000 per ounce. Pelemahan dolar menjelang hasil pilres AS mendorong investor mencari perlindungan pada logam safe-haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, pada penutupan Selasa (Rabu pagi WIB), naik US$ 17,9 atau 0,95% menjadi ditutup pada US$ 1.910,4 per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka menguat US$ 12,6 atau 0,67% menjadi US$ 1.892,50 per ounce.

“Satu-satunya pendorong dibalik harga emas adalah kemungkinan besar akan terjadi kekacauan seputar pemilihan umum AS, dari prediksi tidak memiliki presiden malam ini,” kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

Terlepas dari keunggulan konsisten Joe Biden dari Partai Demokrat dalam jajak pendapat nasional, kontes ini akan segera berakhir di negara bagian-negara bagian mengambang, dan mungkin perlu beberapa hari sebelum hasilnya diketahui karena penundaan penghitungan suara.

"Kami akan menembus di atas level 2.000 dolar AS per ounce dengan potensi tertinggi sepanjang masa dari pelantikan (presiden) (pada 20 Januari)," kata Sica, menambahkan. Menurut dia, emas akan memiliki momentum yang signifikan sampai presiden berikutnya diputuskan dan kemudian akan bergantung pada stimulus lebih lanjut.

Emas juga mendapat dukungan dari pelemahan dolar ketika investor bertaruh pada kemenangan oleh Biden, yang berpotensi menyuntikkan stimulus lebih besar ke dalam ekonomi yang dilanda virus.

Pandemi terus mengamuk dengan beberapa negara Eropa berada di bawah penguncian baru.

"Hasil pemilihan, saat kami mendapatkannya, kemungkinan akan ramah emas dengan kemungkinan dolar melemah, stimulus baru, suku bunga di wilayah negatif dan kemungkinan bahwa Fed akan mulai membeli aset-aset jangka panjang," analis StoneX, Rhona O'Connell mengatakan dalam sebuah catatan.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral AS akan memulai pertemuan dua hari pada Rabu waktu setempat.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 30,1 sen atau 1,25% menjadi US$ 24,334 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 15,5 atau 1,8% menjadi US$ 875 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN