Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan menunjukkan emas batangan di Kantor Cabang Pengadaian Syariah di kawasan, Jakarta Pusat. Foto ilustrasi:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Karyawan menunjukkan emas batangan di Kantor Cabang Pengadaian Syariah di kawasan, Jakarta Pusat. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Emas Terus Terkoreksi untuk Hari Ketiga

Rabu, 16 Juni 2021 | 06:30 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Emas terkoreksi lagi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mencatat penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Emas tertekan penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah karena pasar menimbang kemungkinan bahwa Federal Reserve AS minggu ini mengisyaratkan tapering (pengurangan pembelian obligasi).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, tergelincir US$ 9,5 atau 0,51% menjadi US$ 1.856,40 per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (14/6/2021), emas berjangka anjlok US$ 13,7 atau 0,73% menjadi US$ 1,865,90 per ounce.

Ekspektasi pasar meningkat bahwa Federal Reserve akan mengendalikan inflasi pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dimulai pada Selasa (15/6/2021) dan akan berakhir pada Rabu (16/6/2021).

"Ada kegelisahan yang berkembang tentang kenaikan inflasi dan sentimen di pasar logam mulia adalah bahwa bank sentral akan mulai merespons sedikit lebih agresif terhadap tekanan inflasi ini," kata analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir.

Meir mengatakan sementara emas bisa menghadapi kemunduran "berumur pendek" jika Fed memulai tapering atau mengurangi pembelian obligasi pada akhir 2021 atau bahkan mengisyaratkan itu pada Rabu waktu setempat, Emas kemungkinan akan dibeli "saat turun" di tengah kekhawatiran atas kenaikan inflasi.

The Fed telah berulang kali mengatakan bahwa lonjakan harga-harga saat ini bersifat sementara, tetapi pertemuan dua hari yang akan berakhir pada Rabu waktu setempat dapat menampilkan diskusi awal di antara pembuat kebijakan tentang kapan dan seberapa cepat untuk mengurangi program pembelian obligasi besar-besaran guna mengatasi inflasi.

Lebih lanjut mengurangi daya tarik emas, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya menguat setelah mencapai tertinggi satu bulan dan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun yang dijadikan acuan naik, meningkatkan peluang kerugian emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, data menunjukkan penjualan ritel AS turun lebih dari yang diharapkan pada Mei, sementara harga produsen naik lebih dari yang diperkirakan.

Data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis pada Selasa (15/6/2021) menunjukkan bahwa indeks harga produsen yang disesuaikan secara musiman untuk permintaan akhir meningkat 0,8% pada Mei. Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS turun 1,3% pada Mei.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 34,6 sen atau 1,23%, menjadi US$ 27,693 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 16,7 atau 1,43% menjadi US$ 1.148,60 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN