Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Emas Turun 2,6% ke Level Terendah Sejak 2020

Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:31 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Emas anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), menjadi bertengger di level terendah sejak Juni 2020, memperpanjang penurunan untuk hari keempat berturut-turut. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta dolar yang lebih kuat memukul daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, anjlok US$ 46,60atau 2,62% menjadi US$ 1.728,80 per ounce, terendah sejak Juni 2020.​​​​​​​ Sehari sebelumnya, Kamis (25/2/2021), emas berjangka terpangkas US$ 22,5 atau 1,25% menjadi US$ 1.775,4 per ounce.​​​​​​​

Emas berjangka terpuruk sekitar 6,6%pada Februari.

“Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun, bersama dengan dolar AS yang bergerak lebih tinggi memburuk untuk emas," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun bertahan mendekati level tertinggi dalam lebih dari setahun, sementara indeks dolar juga melonjak.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS telah meningkat lebih dari 50 basis poin sepanjang tahun ini, mengikis status emas sebagai lindung nilai inflasi, karena itu berarti peluang kerugian yang lebih tinggi untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Emas sekali lagi dalam masalah, dan prospek jangka pendek tidak terlihat bagus," kata analis OANDA, Craig Erlam dalam sebuah catatan.

Emas juga berada di bawah tekanan tambahan ketika Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Jumat (26/2/2021) bahwa pengeluaran konsumen AS meningkat 2,4% pada Januari, peningkatan paling tajam dalam tujuh bulan; dan pendapatan pribadi mereka melonjak 10%, keuntungan terbesar dalam sembilan bulan.

Logam lain juga terperangkap dalam aliran penurunan emas, perak untuk pengiriman Mei turun US$ 1,245 atau 4,5% menjadi US$ 26,44 per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot US$ 46,2 atau 3,75% menjadi US$ 1.185,3 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN