Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kegiatan tambang batubara

Salah satu kegiatan tambang batubara

Golden Eagle Gencar Naikkan Volume Produksi Batubara

HUT, Minggu, 26 Mei 2019 | 00:06 WIB

JAKARTA – PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) membidik peningkatan volume penjualan dan produksi batubara sepanjang tahun ini. Kenaikan tersebut diharapkan menopang kontinuitas pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun 2019.

Tahun lalu, perseroan mencetak volume penjualan dan produksi batubara masing-masing 1,4 juta ton dan 1,5 juta ton. Angka tersebut disumbangkan penjualan batubara dari tambang PT Internasional Prima Coal sebanyak 922 ribu ton atau tumbuh 8%. Sisanya , PT Triaryani di Sumatera Selatan mencetak volume penjualan 480 ribu ton atau dengan kenaikan 240% tahun 2018.

Sedangkan volum produksi batubara perseroan hingga kuartal I-2019 telah tumbuh sebanyak 45% menjadi 446 ribu ton. “Di tahun 2019, Golden Eagle berharap mampu untuk meningkatkan produksinya, khususnya dari tambang di Sumatera Selatan. Kami berharap peningkatan produksi terus berlanjut,” ujar Dirut Golden Eagle Roza Permana Putra di Jakarta, Kamis (23/5).

Corporate Secretary Golden Eagle Energy Chrismasari Dewi Sudono mengatakan, perseroan membidik pertumbuhan volume produksi dan penjualan batubara sebesar 30% tahun ini. Peningkatan kinerja operasional ini diharapkan sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan tahun 2019 ini. Sepanjang 2018, Roza Permana mengatakan, perseroan berhasil mencatatkan peningkatan penjualan hingga 230% menjadi Rp 190 miliar, dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 57 miliar. Begitu juga dengan laba bersih melonjak sebesar 108% dari Rp 40 miliar menjadi Rp 85 miliar. Sementara EBITDA meningkat sebesar 108% menjadi Rp 145 miliar.

“Peningkatan kinerja keuangan tersebut ditopang atas pertumbuhan volume produksi tambang perseroan di Sumatera Selatan setelah kualitas jalan serta armada angkut ditingkatkan. Untuk pertama kalinya juga, Triaryani mengekspor batubara ke negara tujuan Thailand dan Kamboja,” terangnya.

Perseroan juga telaah melakukan pengeboran tambahan di area konsesi Triaryani, sehingga besaran cadangan konsesi tersebut meningkat menjadi 316 juta ton, dibandingkan angka sebelumnya 257 juta ton. Cadangan tersebut telah dihitung sesuai dengan standar JORC.

Roza Permana menambahkan, perseroan masih melihat potensi penambahan cadangan batubara, baik secara organic maupun anorganik. Saat ini, tengah dilakukan kajian terhadap sejumlah tambang untuk diakuisisi.

Dia menjelaskan, tambang baru yang dibidik berdekatan dengan dua lokasi operasi perseroan saat ini. Namun, pihaknya belum memutuskan untuk mencaplok berapa tambang tahun ini. “Saat ini mungkin ada di Sumatra 1 dan di Kalimatan sedang mengkaji 2 tambang,” paparnya

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN