Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Harga Emas di Bawah US$ 1.500 Tertekan Reli Ekuitas AS

Gora Kunjana, Selasa, 29 Oktober 2019 | 07:52 WIB

CHICAGO, investor.id - Harga emas berjangka di divisi Comex di New York Mercantile Exchange,lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena penguatan di pasar saham AS, mendorong penyelesaian logam mulia di bawah level psikologis penting US$1.500 per ounce.

Para pedagang juga menunggu pertemuan Federal Reserve minggu ini, yang dapat menentukan perdagangan sejumlah asset, termasuk emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember seperti dilansir Antara mengutip Xinhua, turun US$9,5 atau 0,63% menjadi ditutup pada US$1.495,8 per ounce. Pada pukul 17.30 GMT, indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 144.02 poin atau 0,53%. Indeks S&P 500 naik 19,6 atau 0,65%, dan Indeks Komposit Nasdaq naik 90,2 poin atau 1,09%.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang naik para investor mungkin berhenti membeli aset safe haven, karena mereka memilih ekuitas untuk memarkir dana-danannya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 0,5 sen atau 0,28% menjadi ditutup pada US$17.876 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$14,3 atau 1,53%, menjadi menetap pada US$919 per ounce.  

Pada akhir pekan lalu, emas berjangka sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat (25/10/2019), karena logam mulia didorong oleh data ekonomi AS yang suram. Emas naik US$0,6 atau 0,04% menjadi ditutup pada US$1.505,3 per ounce.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA