Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan menunjukkan emas batangan di Kantor Cabang Pengadaian Syariah di kawasan, Jakarta Pusat. Foto ilustrasi:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Karyawan menunjukkan emas batangan di Kantor Cabang Pengadaian Syariah di kawasan, Jakarta Pusat. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Harga Emas Spot Menguat, Respons Fed

Kamis, 29 April 2021 | 06:40 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas di pasar spot menguat pada Rabu (28/4/2021), karena dolar dan imbal hasil Treasury AS turun setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tidak berubah dan menegaskan kembali kebijakan akomodatifnya untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Spot emas naik 0,2% menjadi $ 1.780.56 per ounce, setelah sebelumnya merosot ke level terendah sejak 16 April di $ 1.762. Emas berjangka AS turun 0,3% menjadi $ 1.773,9.

The Fed mempertahankan suku bunga dan program pembelian obligasi stabil setelah pertemuan kebijakan dua hari, Keputusan ini untuk mendorong ekonomi.

"Emas rally ke tertinggi hari ini setelah pengujian terendah dari kisaran sebelumnya setelah Powell berusaha keras menekankan tentang tidak akan ada pengurangan dalam kebijakan akomodatif Fed," kata Tai Wong, kepala dari perdagangan derivatif logam di BMO.

"The Fed mungkin telah menetapkan emas untuk pengujian di atas kisaran $ 1.800- $ 1.810, tetapi tidak jelas apakah ada momentum yang cukup untuk menembus di atas tanpa penurunan yang lebih dalam pada dolar," tambahnya.

Tolak ukur imbal hasil Treasury AS 10-tahun berbalik arah setelah naik ke level tertinggi dua minggu sebelumnya, meningkatkan daya tarik logam mulia. Dolar juga turun, membuat emas batangan lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dapat mengikuti stimulus yang meluas, imbal hasil Treasury yang tinggi telah menumpulkan daya tarik emas yang tidak memberikan hasil dan telah mendorong emas turun 6% sepanjang tahun ini.

Goldman Sachs, memprediksi emas pada $ 2.000 per ons selama enam bulan ke depan dan mengatakan masih terlalu dini bagi bitcoin untuk bersaing dengan emas sebagai safe-haven.

Di tempat lain, paladium turun 0,1% lebih rendah menjadi $ 2,939,83 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di $ 2,962,50 pada hari Selasa. Perak datar di $ 26,23 per ounce, setelah mencapai titik terendah sejak 21 April di $ 25,80. Platinum turun 0,4% menjadi $ 1.223,38 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN