Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. Photo/Mohammad Defrizal

Ilustrasi: Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. Photo/Mohammad Defrizal

Harga Emas Terkoreksi oleh Penguatan Dolar AS

Selasa, 20 Juli 2021 | 09:42 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas terkoreksi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut terseret oleh menguatnya dolar AS. Namun penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS ke level terendah sejak Februari menahan kemerosotan emas lebih lanjut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, merosot US$ 5,8 atau 0,32% menjadi ditutup pada US$ 1.809,20 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (16/7/2021), emas berjangka juga jatuh US$ 14 atau 0,77% menjadi US$ 1.815 per ounce.

"Emas terjebak dalam tarik ulur antara kenaikan dolar yang membebani logam mulia dan penurunan selera risiko, yang mendukung harganya," kata Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, dan melawan penurunan tajam dalam hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan.

Jeffrey Christian, Managing Partner di CPM Group, juga mengaitkan penurunan emas baru-baru ini dengan pelemahan musiman dalam permintaan investasi dan perhiasan.

"Banyak investor melihat emas dan mengatakan emas melonjak ke rekor tertinggi pada awal Agustus tahun lalu dan belum mendekati kembali ke level tertinggi sejak itu, jadi ada apa yang kami sebut stale bull liquidation (penjualan posisi jangka panjang karena kecewa ketika harga tidak sesuai dengan harapannya)."

Sentimen di pasar yang lebih berisiko dihancurkan oleh ketakutan investor atas lonjakan tanpa henti dalam kasus virus corona, yang memaksa banyak negara Asia untuk memberlakukan penguncian, dan meningkatnya tekanan inflasi.

Mencerminkan sentimen, kepemilikan exchange traded fund (ETF - reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek) yang didukung emas, SPDR Gold Trust New York turun ke level terendah dua bulan pada Jumat (16/7/2021).

"Stagflasi bisa menjadi elemen yang sangat menarik jika kita terus melihat pertumbuhan ekonomi yang melambat ditambah dengan beberapa ketakutan inflasi," kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals.

"Secara teoritis, stagflasi seharusnya menjadi bullish untuk emas karena Anda mengalami kenaikan inflasi, yang menunjukkan investor akan melihat aset keras termasuk emas dan pertumbuhan ekonomi yang melambat, yang mungkin dimasukkan ke dalam tawaran safe-haven."

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 65,1 sen atau 2,52% menjadi US$ 25,144 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$ 37,1 atau 3,35% menjadi ditutup pada US$ 1,071,40 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN