Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Harga Emas Turun Karena Investor Mencerna Data Ekonomi AS-Tiongkok

Gora Kunjana, Selasa, 3 Desember 2019 | 07:49 WIB

CHICAGO, investor.id - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena investor mencerna data ekonomi terbaru dari Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

Indeks pembelian manajer atau PMI China mengalahkan ekspektasi untuk memasuki kembali wilayah ekspansi karena ekonomi menunjukkan lebih banyak tanda ketahanan dan stabilitas.

PMI untuk sektor manufaktur Tiongkok menguat hingga 50,2 pada November dari 49,3 pada Oktober, Biro Statistik Nasional mengatakan pada Sabtu (30/11/2019).

Data positif dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu mengurangi minat terhadap aset safe haven emas, kata pengamat pasar.

Sementara itu, aktivitas manufaktur Amerika Serikat terus menurun pada November di tengah persediaan dan data pesanan baru yang lemah, menurut laporan terbaru lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) yang dirilis pada Senin (2/12/2019).

Indeks manufaktur Amerika Serikat merosot ke 48,1% pada November, atau 0,2 poin persentase lebih rendah dari pembacaan Oktober.

Akibatnya, harga emas berakhir di posisi terendah sesi. Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun US$3,50 atau 0,24% menjadi ditutup pada US$ 1.469,20 per ounce.

Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 14 sen atau 0,82%, menjadi ditutup pada US$ 16,966 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 70 sen atau 0,08%, menjadi US$ 899,70 per ounce.

Meski demikian, penurunan harga emas lebih dalam tertahan oleh pelemahan dolar AS. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,42% menjadi 97,8602 pada akhir perdagangan.

Emas berjangka menetap dua digit lebih tinggi pada perdagangan Jumat (29/11/2019) karena indeks acuan saham Wall Street turun dan dolar AS melemah, dengan kontrak emas untuk pengiriman Februari naik US$ 11,90 atau 0,81%, menjadi ditutup pada US$ 1.472,70 per ounce.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA