Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta. Foto:  SP/Ruht Semiono

Ilustrasi: Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta. Foto: SP/Ruht Semiono

Harga Emas Turun Lagi

Rabu, 27 Januari 2021 | 06:58 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas turun lagi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mencatat koreksi hari keempat berturut-turut, di tengah kekhawatiran atas paket bantuan baru virus corona AS. Investor mencermati kebijakan Federal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, turun US$ 4,3 atau 0,23% menjadi US$ 1.850,90 S per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka turun tipis satu dolar AS atau 0,05% menjadi US$ 1.855,20 per ounce.

"Belum ada kejelasan ke mana pengeluaran fiskal akan pergi, tidak ada kejelasan penuh tentang bagaimana bank sentral akan bereaksi ... ini berfungsi sebagai penghalang emas," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Sekuritas.

Emas juga tertekan data ekonomi AS yang positif. Indeks harga rumah S&P CoreLogic Case-Shiller naik 9,5% pada November 2020, dibandingkan dengan bulan yang sama 2019. Ini adalah tingkat pertumbuhan tahunan terkuat dalam lebih dari enam tahun, serta salah satu kenaikan tahunan terbesar sepanjang sejarah indeks lebih dari 30 tahun.

Lembaga riset The Conference Board juga melaporkan pada Selasa (26/1/2021) bahwa indeks kepercayaan konsumen meningkat menjadi 89,3 pada Januari, lebih tinggi dari 87,1 pada Desember.

Namun, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, tergelincir dari level tertinggi satu minggu, meningkatkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.

"Dolar AS turun sedikit dan itu biasanya merupakan faktor pendukung."

Proposal bantuan pandemi Presiden AS Joe Biden senilai US$ 1,9 triliun menghadapi rintangan saat Partai Republik menyuarakan kekhawatiran atas biaya tersebut dan melobi untuk rencana yang lebih kecil yang menargetkan distribusi vaksin.

"Jika mereka mencapai kesepakatan, itu mungkin versi yang lebih rendah atau kurang kuat untuk bisa melewati Kongres, jadi itu juga membebani pasar (emas)," kata analis Saxo Bank Ole Hansen.

Investor menunggu pernyataan kebijakan bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu waktu setempat.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai level terendah tiga minggu. Imbal hasil yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Secara fisik, impor emas bersih Tiongkok melalui Hong Kong pada Desember naik untuk bulan kedua berturut-turut, meskipun impor untuk tahun lalu anjlok 85% akibat pandemi yang berdampak pada permintaan negara tersebut untuk logam.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 5,4 sen atau 0,21% menjadi US$ 25,538 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik US$ 2,7 atau 0,24% menjadi US$ 1.107,4 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN