Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: ISTIMEWA

Emas batangan. Foto ilustrasi: ISTIMEWA

Harga Emas Turun Lagi Karena Meningkatnya Pasar Ekuitas AS

Gora Kunjana, Kamis, 28 November 2019 | 08:16 WIB

CHICAGO, investor.id - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun kembali pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah sehari sebelumnya menghentikan penurunan beruntun empat hari, karena indeks-indeks acuan saham AS menguat.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun US$ 6,60  atau 0,45% menjadi ditutup pada US$ 1.460,80 per ounce.

Indeks Dow Jones Industrial Average, Indeks S&P 500, dan Indeks Komposit Nasdaq naik tipis pada Rabu (27/11/2019), didukung oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan.

Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh pada tingkat tahunan 2,1% di kuartal ketiga tahun ini, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,9%, menurut Departemen Perdagangan AS.

Ketika ekuitas membukukan keuntungan, selera terhadap aset safe-haven, seperti emas, berkurang, karena investor mengalihkan investasinya ke aset-aset berisiko yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 13,3 sen atau 0,77%, menjadi ditutup pada US$ 17,055 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 16,30 atau 1,79%, menjadi US$ 895,40 per ounce.

Sehari sebelumnya harga emas menguat, membalikkan penurunan selam empat hari berturut-turut terutama tertekan oleh penguatan dolar AS. Kontrak emas naik US$ 3,40 atau 0,23% menjadi ditutup pada US$ 1.460,30 per ounce.

"Menyusul tekanan jual baru-baru ini (empat hari berturut-turut), para pedagang memutuskan untuk melakukan pemburuan harga murah dan membeli pada saat penurunan harga," tulis Jim Wyckoff, seorang analis senior dengan kitco.com.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA