Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: ISTIMEWA

Emas batangan. Foto ilustrasi: ISTIMEWA

JELANG PERTEMUAN THE FED

Harga Emas Turun Setelah Saham Pulih dan Dolar Menguat

Rabu, 29 Januari 2020 | 08:25 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

CHICAGO, investor.id - Harga emas berbalik turun dari keuntungan sebelumnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena pasar ekuitas rebound menyusul data ekonomi AS yang positif, sementara dolar AS menguat mendekati tertinggi dua bulan menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun US$ 7,60 atau 0,5%, menjadi menetap di US$ 1.569,80 per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka naik US$ 5,50 atau 0,3% menjadi ditutup di US$ 1.577,40 per ounce.

Di pasar spot, emas turun 0,8% pada US$ 1,568,90 per ounce pada pukul 14.16 waktu setempat (19.16 GMT), setelah menyentuh level tertinggi sejak 8 Januari pada Senin (27/1/2020).

Indeks S&P 500 naik lebih dari satu persen, sementara imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS berbalik naik dari dekat level terendah empat bulan. Indeks dolar AS juga menguat ke level tertinggi sejak 2 Desember.

“Sepertinya ada sedikit nada risk-on (pengambilan risiko) di sini. Ketakutan akan virus corona masih melekat di pasar, (tapi) terlepas dari kekhawatiran ini akan ada kontingen yang bersedia melakukan perburuan harga murah,” kata Ryan McKay, ahli strategi komoditas di TD Securities.

"Jumlah barang tahan lama lebih baik dari yang diperkirakan, sehingga bisa meningkatkan peluang bahwa Federal Reserve tidak akan dovish dalam pertemuan FOMC dan itu menekan harga-harga."

Pada Desember, pesanan keseluruhan untuk barang tahan lama AS rebound 2,4% terhadap peningkatan yang diperkirakan sebesar 0,4%.

Namun, pesanan baru untuk barang modal utama AS turun paling banyak dalam delapan bulan, sementara pengiriman lemah menunjukkan bahwa investasi bisnis mengalami kontraksi lebih lanjut pada kuartal keempat.

Pertemuan kebijakan pertama The Fed tahun ini dijadwalkan akan dimulai hari ini, di mana ia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Namun, kekhawatiran bahwa wabah virus corona dapat menghambat ekonomi global bertahan, mendukung permintaan emas secara keseluruhan, kata Julius Baer,​​ analis di Carsten Menke.

Reaksi terhadap virus yang menyebar sangat berbeda di seluruh pasar-pasar dan penurunan harga minyak menunjukkan perlambatan kegiatan ekonomi di Tiongkok.

Korban tewas akibat virus mencapai 107 di Tiongkok dan beberapa pakar kesehatan mempertanyakan apakah Beijing dapat menahannya.

Di tempat lain, paladium naik 1,2% menjadi US$ 2.295,53 per ounce, setelah jatuh sekitar 7% pada (27/1/2020).

"Kami berasumsi bahwa koreksi akan berlanjut, karena kenaikan sebelumnya dibesar-besarkan menurut pendapat kami," kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

Sementara Perak turun 3,5% menjadi US$ 17,45, sedangkan platinum naik 0,4% menjadi US$ 986,91.

Sementara di pasar berjangka, perak untuk pengiriman Maret turun 59,8 sen atau 3,3%, menjadi ditutup pada US$ 17,458 per ounce. Platinum untuk penyerahan April naik US$ 3,30 atau 0,3%, menjadi menetap pada US$ 995,00 per ounce.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN