Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Minyak dunia. Foto Ilustrasi: IST.

Minyak dunia. Foto Ilustrasi: IST.

Harga Minyak Jatuh di Tengah Kekhawatiran Permintaan

Gora Kunjana, Rabu, 2 Oktober 2019 | 07:51 WIB

NEW YORK, investor.id - Harga minyak dunia jatuh  pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah data manufaktur AS yang lemah memicu kekhawatiran atas potensi perlambatan permintaan energi.

Aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada September, data yang dirilis oleh lembaga riset Institue for Supply Management (ISM) pada Selasa (1/10/2019).

Indeks Pembelian Manajer (PMI) manufaktur AS tercatat 47,8% pada September merupakan yang terendah sejak Juni 2009, turun 1,3 poin persentase dari angka Agustus di 49,1%, menurut laporan Bisnis tentang Manufaktur ISM.

Angka di bawah 50% menunjukkan sektor manufaktur umumnya mengalami kontraksi. Sementara para ekonomi yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan indeks akan mencapai 50,2%.

Data ekonomi AS yang lemah meredupkan prospek permintaan minyak mentah, para ahli mencatat.

Sementara itu, harga minyak mendapat dukungan dari laporan penurunan produksi pada produsen minyak utama.

Menurut survey Reuters seperti dilansir Antara,  produksi minyak OPEC turun 750.000 barel menjadi 28,9 juta barel per hari pada September di tengah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi. Produksi terendah 8 tahun sejak OPEC terakhir  memproduksi sangat sedikit.  

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun US$0,45  menjadi menetap pada US$53,62 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu patokan global, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember, turun US$0,36 menjadi ditutup pada US$58,89 per barel di London ICE Futures Exchange.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA