Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Harga minyak naik. Ilustrasi: IST

Harga minyak naik. Ilustrasi: IST

Harga Minyak Melonjak di Atas US$61 Setelah Pernyataan The Fed

Sabtu, 7 September 2019 | 08:48 WIB

HOUSTON, investor.id - Harga minyak naik di atas US$61 per barel pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengatakan bank sentral AS akan bertindak sewajarnya untuk mempertahankan ekspansi ekonomi di AS yang telah tertekan ketidakpastian atas perdagangan global.

Patokan global, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November seperti dilansir Antara, ditutup pada US$61,54 per barel, naik US$ 0,59 atau 1,0%. Sementara itu, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik US$0,22 atau 0,4% menjadi menetap di US$56,52 per barel.

Kedua acuan harga minyak telah menurun sebelumnya di tengah kekhawatiran tergelincirnya pertumbuhan lapangan pekerjaan AS dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok meskipun ada kemajuan diplomatik baru-baru ini.  

Federal Reserve “memiliki kewajiban untuk menggunakan alat kami untuk mendukung ekonomi, dan itulah yang akan terus kami lakukan,: kata Ketua Fed Jerome Powell di University of Zurich, berpegang teguh pada ungkapan bahwa pasar keuangan telah dibaca sebagai sinyal poin persentase pada Juli.

Harga minyak telah turun di awal sesi karena data pemerintah AS menunjukkan pertumbuhan pekerjaan Negara melambat pada Agustus untuk bulan ketujuh berturut-turut dengan penggajian (payrolls) non-pertanian meningkat sebesar 130.000, sekitar 28.000 lebih sedikit dari perkiraan ekonom yang disurvei Reuters.

Perang dagang berkepanjangan AS-Tiongkok, konsumen minyak terbesar kedua di dunia, telah memiliki efek penurunan pada harga minyak meskipun telah meningkat sepanjang tahun berkat sebagian pemotongan produksi yang dipimpin OPEC dan Rusia untuk mengurangi persediaan.

Beijing dan Washington sepakat pada Kamis (5/9/2019) untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi pada Oktober. Berita itu menyemangati para investor yang berharap akan mengakhiri perang pertumbuhan ekonomi.  

Harga minyak mentah Brent membukukan kenaikan mingguan keempat berturut-turut, naik 1,8%, sementara WTI naik 2,5% minggu ini, didorong terutama oleh data ekonomi positif pada Rabu (5/9/2019) dari Tiongkok. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA