Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi minyak mentah (sumber: AFP)

Ilustrasi minyak mentah (sumber: AFP)

Harga Minyak Naik Hampir 2% Setelah Stok AS Jatuh

Kamis, 29 Agustus 2019 | 07:19 WIB

NEW YORK, investor.id – Harga minyak naik hampir 2% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah penurunan yang lebih besar dari perkiraan dalam persediaan atau stok minyak mentah membantu meredakan  kekhawatiran tentang melemahnya permintaan minyak yang disebabkan oleh perang perdagangan Washington –Beijing.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober  seperti dilansir Antara, bertambah US$ 0,98 ayau 1,7% menjadi ditutup pada US$ 60,49 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik US$0,85 atau 1,6% menjadi menetap pada di US$ 55,78 per barel di New York Merchantile Exchange.

Persediaan minyak mentah AS turun minggu lalu sebesar 10 juta barel dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 2,1 juta barel karena impor melambat, menurut Badan Informasi AS (EIA).

“Ada banyak angka besar di sini, tetapi itu semua ada pada  angka impor yang cukup mengesankan,” kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York.

Impor minyak mentah bersih AS turun 1,51 juta barel per hari menjadi 2,9 juta barel per hari, sementara impor di wilayah Gulf Coast turun ke rekor terendahnya di 1,2 juta barel per hari. Selamaempat minggul terakhir impor minyak mentah rata-rata sekitar 7 juta barel per hari, 12,3% lebih rendah dari periode 4 minggu yang sama tahun lalu.

Stok bensin AS juga turun 2,1 juta barel dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 388.000 barel.

“Itu adalah laporan yang sangat bullish, salah satu yang lebih bullish yang kami miliki dalam beberapa saat, dengan menarik seluruh papan dan tentu saja penurunan minyak mentah besar –besaran yang dihasilkan oleh penurunan impor lainnya,” kata John Kilduff, seorang partner di Again Capital di New York. Penurunan itu kemungkinan karena penurunan ekspor Saudi ke AS, kata Kilduff.

Kegelisihan Brexit mengangkat dokar AS yang umumnya bergerak terbalik dengan harga  minyak, yang membatasi kenaikan minyak, kata Kilduff.

Dolar AS menguat ketika PM Boris Johnson bergerak untuk menangguhkan parlemen Inggris selama lebih dari sebulan sebelum Brexit, membuat marah lawan politiknya dan meningkatkan pertaruhan dalam krisis politik paling serius di Negara itu dalam beberapa dekake.

Kekhawatiran tentang dampak perang tarif AS-Tiongkok terhadap permintaan juga menahan harga minyak dari kenaikan lebih tinggi.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin (26/8/2019) bahwa ia percaya Tiongkok tulus tentang keinginan untuk mencapai kesepakatan dagang, sementara Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, mengatakan Tiongkok bersedia menyelesaikan perselisihan melalui negosiasi “tenang”.

Namun demikian, pada Selasa (27/8) kekhawatiran muncul kembali setelah kementerian luar negeri Tiongkok mengatakan belum mendengar ada pembicaraan melalui telepon baru-baru ini antara AS-Tiongkok tentang perdagangan, dan bahwa pihaknya berharap Washington menciptakan kondisi positif untuk pembicaraan..

Harga minyak telah jatuh sekitar 20% dari level tertinggi 2019 yang dicapai pada April, sebagian karena kekhawatiran bahwa konflik perdagangan AS-Tiongkok mengganggu ekonomi global yang dapat mengurangi permintaan minyak.

Morgan Stanely pada Rabu (28/8/2019) menurunkan prospek harga untuk sisa tahun ini, untuk Brent menjadi sekitar US$60 per barel dari US$65, serta untuk minyak mentah AS menjadi US$55 per barel dari US$58 ketika ia menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan untuk tahun ini dan berikutnya.  (gr)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA