Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pompa angguk di sumur minyak mentah. ( Foto ilustrasi: AFP/File / Karen Bleier )

Pompa angguk di sumur minyak mentah. ( Foto ilustrasi: AFP/File / Karen Bleier )

Harga Minyak Naik Moderat

Listyorini, Rabu, 25 Maret 2020 | 08:51 WIB

NEW YORK, Investor.id - Harga minyak naik moderat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), sebagai respons terhadap paket stimulus fiskal US$ 2 triliun dari Pemerintah AS untuk memerangi pendemi corona (COVID-19).

India, konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, memerintahkan 1,3 miliar penduduknya untuk tetap di rumah selama tiga minggu pada Selasa (24/3/2020). KOnsumen bahan bakar yang cukup besar di dunia ini mengumumkan pembatasan gerakan sosial (social distancing) sehingga menuurunkan permintaan bahan bakar bensin dan jet di seluruh dunia.

Pasar minyak digempur oleh dua sentimen negatif. Pertama, perang harga tak terduga antara Arab Saudi dan Rusia yang telah menyebabkan banjir pasokan. Kedua, pendemi COVID-19 yang menyebabkan anjloknya permintaan bahan bakar akibat banyak negara mengisolasi (lockdown) dan turunnya secara drastis aktivitas manusia. Kondisi tersebut diprediksi menyebabkan berkurangnya permintaan bahan bakar setidaknya 10% di seluruh dunia.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik US$ 0,12 atau 0,4% menjadi US$ 27,15 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik US 0,65 atau 2,8% menjadi US$ 24,01 per barel.

"Tidak ada yang tahu seberapa besar dunia akan berhenti," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York, dikutip dari Xinhua. "Mungkin tidak mungkin harga minyak terus stabil."

Di awal sesi, Brent dan WTI diperdagangkan naik lebih dari 5%. Sementara bensin berjangka AS melonjak lebih dari 30%di awal dan ditutup naik sekitar 8%.

Harga minyak telah berkurang setengahnya pada 2020, terpukul oleh guncangan permintaan yang disebabkan oleh pandemi dan upaya untuk menahannya, serta penghapusan batas pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain, termasuk Rusia, ketika kesepakatan dengan OPEC+ gagal pada awal Maret.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN