Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Minyak Dunia

Minyak Dunia

Harga Minyak Naik Tipis, Saudi dan Kuwait Pangkas Pasokan Global

Selasa, 13 Agustus 2019 | 07:25 WIB

HOUSTON, investor.id – Harga minyak sedikit berubah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena ekspektasi bahwa produsen-produsen utama akan terus mengurangi pasokan global mengurangi kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan minyak yang melambat akibat perang dagang AS-Tiongkok.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, menambahkan US$ 0,43 menjadi menetap pada US$54,93 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik US$0,04 menjadi ditutup pada US$58,57 per barel di London ICE Futures Exchange.

Para investor terpecah antara ekspektasi perlambatan pertumbuhan permintaan minyak global dan obrolan tentang upaya-upaya baru oleh produsen-produsen utama untuk mengurangi produksi dan mendukung harga, kata analis.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dikneal sebagai OPEC+, telah sepakat untuk memotong 1,2 juta barel [er hari (bph) mulai 1 Januari.

Kuwait berkomitmen penuh pada perjanjian OPEC+. Menteri Perminyakan Khaled al-Fadhel mengatakan menambahkan bahwa Kuwait telah memangkas produksinya sendiri lebih dari yang dipersyaratkan dalam perjanjian.

Dia mengatakan kekhawatiran penurunan ekonomi global dibesar-besarkan dan mengatakan permintaan global untuk minyak mentah akan meningkat di paruh kedua, membantu mengurangi surplus persediaan minyak secara bertahap.

Para analis mengatakan dalam sebuah tanda bahwa pemimpin OPEC de-facto Arab Saudi bermaksu mendukung harga, Saudi Aramco yang dikelola Negara siap untuk meluncurkan apa yang bisa menjadi penawaran umum perdana terbesar di dunia.

Pemrintah Saudi akan memutuskan kapan IPO akan berlangsung berdasarkan persepsi tentang apa yang akan menjadi kondisi pasar optimal, kata eksekutif senior Aramco Khalid al-Dabbagh dalam sebuah konferensi jarak jauh dengan para analis.

Ia mengatakan Saudi Aramco telah menandatangani surat perjanjian dengan Reliance India yang berpotensi membeli saham dalam bisnis penyulingan dan petrokimia.

“Saudi akan membutuhkan harga minyak yang lebih tinggi untuk IPO-nya, dan ini menegaskan mereka akan melakukan apapun untuk menaikkan harga minyak,” kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago.

Analis mengatakan pengurangan lebih banyak diperlukan untuk mendukung harga karena pengamat dan lembaga pemerintah mengeluarkan prediksi suram untuk ekonomi global dan pertumbuhan permintaan minyak.

Prospek ekonomi telah memburuk di seluruh dunia karena perselisihan dagang AS-Tiongkok yang meningkat, demikian lembaga ekonomi Ifo Jerman dalam survey triwulanannya terhadap hampir 1.200 pakar di lebih dari 110 negara.

Ketegangan antara AS dan Iran juga terlihat berkontribusi pada penguatan harga minyak, kata para analis.

Melemahnya dolar juga menopang harga minyak karena para investor khawatir perang dagang akan memperlambat pertumbuhan ekonomi AS, kata para analis. Greenback yang lebih lemah membuat minyak mentah dalam denominasi dolar AS lebih murah untuk pembeli asing. (gr/ant)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN