Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: ISTIMEWA

Emas batangan. Foto ilustrasi: ISTIMEWA

Hartadinata Abadi Raih Peringkat Utang “idA” dari Pefindo

Nabil Al Faruq, Senin, 7 Oktober 2019 | 08:06 WIB

JAKARTA, Investor.id – Lembaga pemeringkatan Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat “idA-” kepada PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dengan prospek perseroan stabil. Peringkat serupa juga diberikan untuk untuk surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) Syariah Mudharabah I Tahun 2019 yang diterbitkan perseroan.

“Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang mumpuni untuk memenuhi keuangan jangka panjang. Walaupun, kemampuan obligot mungkin bisa terpengaruh oleh perubahan buruk dan kondisi ekonomi,” tulis manajemen Pefindo dalam keterangan tertulis, Minggu (6/10).

Peringkat tersebut, menurut Pefindo, mencerminkan model bisnis perhiasan emas perseroan yang terintegrasi dan didukung oleh saluran distribusi yang baik. Kapasitas produksi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan pendapatan dimasa mendatang dan permintaan perhiasan yang stabil.

Meskipun demikian, peringkat tersebut terbatasi oleh risiko terkait ekspansi bisnis, struktur permodalan yang melemah, serta kebutuhan modal kerja yang tinggi. “Kami bisa menaikkan peringkat perseroan, apabila mereka mampu meningkatkan posisi pasar di industri perhiasan emas Indonesia dengan pencapaian melebih target pendapatan dan EBITDA perseroan,” tulisnya.

Sebagai Informasi, MTN syariah mudharabah I bernilai Rp 300 miliar. Adapun, PT MNC Sekuritas menjadi arranger MTN tersebut. Sedangkan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi agen penjamin dan pemantau.

Komisaris Utama perseroan Abadi Ferriyady menyampaikan, pihaknya berniat untuk membawa anak usaha menggela IPO saham ke depan. Namun demikian, pihaknya belum bersedia memaparkan identitas anak usaha tersebut, termasuk target waktu pelaksanaan IPO.

Sebaliknya, menurut dia, rencana tersebut sudah menjadi bagian pertimbangan perseroan. Pasalnya, emiten berkode saham HRTA memandang keputusan untuk melakukan IPO sebelumnya merupakan hal yang baik dan mendukung ekspanis bisnis perseroan.

Perseroan didirikan pada tahun 2004 dan bergerak di bidang produksi serta penjualan perhiasaan emas. Produk perseroan meliputi kalung, cincin, gelang, anting, liontin, emas batangan, dan produk emas lainnya sesuai pesanan dengan kadar emas 30% sampai 99,9%. Pada tanggal 30 Juni 2019, pemegang saham perseroan adalah PT Terang Anugerah Abadi 73%, Fendy Wijaya 0,4%, PT Asabri 5,3% dan lainnya termasuk public 21,4%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA