Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas. Foto ilustrasi: IST

Emas. Foto ilustrasi: IST

ICDX Beroperasi 10 Tahun, Begini Pencapaian dan Rencana Selanjutnya

Gita Rossiana, Kamis, 4 Juli 2019 | 16:27 WIB

JAKARTA, investor.id Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) akan meluncurkan produk derivatif komoditas yang terdiri atas emas, minyak mentah, dan valuta asing (gold, oil, and forex/GOFX) secara lebih luas tahun ini. Produk yang bisa diperoleh secara online itu ditargetkan mencatatkan transaksi sebesar US$ 200 juta per hari.

Chief Strategy Officer ICDX Megain Widjaja menjelaskan, kalangan milenial menjadi segmen yang dibidik dari produk online ini. Pasalnya, milenial menginginkan kemudahan dalam bertransaksi. "Milenial sekarang maunya lewat aplikasi, tidak seperti baby boomers yang terbiasa bertransaksi melalui telepon," kata dia di sela acara 10th ICDX untuk Indonesia, di Jakarta, Rabu (3/7).

Menurut Megain, pemilihan komoditas emas, minyak, dan valuta asing sebagai produk untuk milenial lantaran produk tersebut paling likuid di antara komoditas lain. "Perdagangan untuk gold, oil, and forex bisa dilakukan selama 24 jam di tingkat global, sangat likuid dibandingkan produk lain," papar dia.

Dari segi potensi, menurut Megain, nilai transaksi komoditas tersebut juga sangat besar. Per hari, bisa mencapai US$ 4-5 miliar. “Kalau bisa dapat 10% saja, sudah US$ 400 juta. Kami targetkan US$ 200 juta per hari untuk tahun ini," ungkap dia.

IDCX sudah melakukan soft launching GOFX sejak awal Januari 2019. Namun, piahknya akan melakukan penyesuaian pada aplikasi agar bisa memberikan fleksibilitas dan kemudahan kepada para pedagang ritel. "Soft launching sudah sejak Januari, namun untuk penyesuaian produk tidak murah," jelas Megain.

Sejak Januari 2019 hingga saat ini, perkembangan transaksi produk tersebut sudah cukup signifikan. Saat ini, transaksi GOFX per hari mencapai sekitar US$8,8 juta. Untuk bisa mencapai target transaksi US$ 200 juta, ICDX melakukan sosialisasi ke berbagai universitas.

ICDX juga mengemas produk komoditas dengan nilai investasi yang lebih terjangkau. "Untuk program GOFX, kami mengemas investasi minimal Rp 5-10 juta untuk investasi awal," tutur dia.

Sejauh ini, emas dan valas memang menjadi kontributor utama dari transaksi di ICDX. Vice President Research and Development ICDX Isa Abiyasa mengungkapkan, pada Juni 2019, total transaksi di ICDX mencapai US$ 1 miliar per hari. Dari transaksi tersebut, emas berkontribusi 49% dan valas sebesar 41%. "Minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berkontribusi 4% dan sisanya komoditas lain," terang dia.

Tahun ini, ICDX berharap nilai transaksi semakin meningkat. ICDX juga sedang mengeksplorasi komoditas lain agar bisa berkontribusi signifikan, seperti emas dan valas. Salah satunya adalah melalui eksplorasi komoditas CPO.

"Kami sedang mengeksplorasi CPO, bagaimana caranya bisa ekspor lebih gampang agar bisa membantu produsen yang lebih kecil untuk ikutan ekspor CPO," ujar Isa.

Adapun cita-cita besar ICDX adalah Indonesia bisa menjadi benchmark untuk harga komoditas Indonesia. Sejauh ini, komoditas asli Indonesia berpatokan dengan harga di pasar luar negeri.  Hal ini tentunya bisa mempengaruhi komoditas Indonesia di tingkat global.

"Produsen komoditas sangat sensitif dengan gejolak harga, hal itu tidak bisa dihindari kecuali melakukan lindung nilai di bursa komoditas,” kata Isa.

Salah satu komoditas Indonesia yang sudah mulai diperdagangkan di bursa dan menggunakan patokan harga di Indonesia adalah timah. Melalui adanya aturan tata niaga supaya semua transaksi timah ditransaksikan di bursa komoditas Indonesia, harga timah akhirnya bisa turun hingga 24%.

"Kami inginnya agar top 5 komoditas Indonesia mengacu kepada harga di Indonesia, namun hal tersebut tidak bisa dikerjakan sendiri harus bekerjasama. Mudah-mudahan dengan paket ekonomi yang ada saat ini bisa mendukung pembangunan infrastruktur untuk menyalurkan komoditas," jelasnya.

Dukungan pemerintah tentu sangat dibutuhkan untuk membuat Indonesia bisa menjadi patokan untuk berbagai komoditas. ICDX juga membentuk ekosistem perdagangan berjangka untuk mendukung hal tersebut, yakni melalui sinergi dengan Indonesia Clearing House dan ICDX Logistik Berikat (ILB).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA