Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden DIrektur JFX Stephanus Paulus Lumintang bersama CEO APEX Eugene Zhu Yuchen  menandatangani nota kesepahaman di Jakarta, Senin (18/11)

Presiden DIrektur JFX Stephanus Paulus Lumintang bersama CEO APEX Eugene Zhu Yuchen menandatangani nota kesepahaman di Jakarta, Senin (18/11)

JFX Gandeng Bursa Derivatif Singapura

Parina Theodora, Senin, 18 November 2019 | 19:50 WIB

Jakarta-Jakarta Futures Exchange (JFX) resmi menandatangani nota kesepakatan dengan Asia Pacific Exchange (APEX) pada 18 November 2019. APEX merupakan bursa derivatif ketiga yang mendapatkan lisensi bursa dan lembaga kliring di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan Singapura.

Nota kesepakatan antar keduanya dalam rangka tukar menukar informasi. Diharapkan melalui pertukaran informasi ini, dapat menjaring minat investor internasional dalam perdagangan kontrak-kontrak JFX dan sebaliknya.

“JFX berharap kerjasama dengan APEX bisa digunakan dengan seoptimal mungkin oleh anggota-anggota kami, dan pada gilirannya akan memberikan manfaat bagi komunitas perdagangan berjangka Indonesia secara umum,” Stephanus Paulus Lumintang, President Direktur, Jakarta Futures Exchange.

Ditambahkan Chief Executive Officer APEX, Eugene Zhu Yuchen, pihaknya berkomitmen untuk menyediakan waktu dan sumber daya untuk memberikan manfaat bersama bagi kedua bursa dalam hal tukar menukar informasi dan pengetahuan.

Untuk diketahui, APEX memulai perdagangannya pada Mei 2018 dan sekarang memiliki lima kontrak berjangka. Kontrak yang teraktif adalah Kontrak Berjangka Crude Palm Oil, yang diluncurkan pada tanggal 18 April 2019. Selama tujuh bulan pertama perdagangan, posisi terbuka pada kontrak tersebut terus menunjukkan kenaikan, hingga mencapai hampir 15.000 kontrak dengan rata rata volume harian sekitar 23.000 kontrak.

Penyelesaian fisik pertama untuk kontrak tersebut dilakukan pada bulan Oktober di Indonesia, dimana 7.000 ton CPO dimuat dari pelabuhan Batam menuju India.

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA